2.678 Personel Siap Amankan Keamanan MotoGP Mandalika 2026 secara Optimal

Jakarta – Persiapan untuk pengamanan Pertamina Grand Prix of Indonesia, yang lebih dikenal sebagai MotoGP 2026, kini berada di fase akhir. Sebanyak 2.678 personel gabungan akan dikerahkan untuk memastikan keamanan dan kelancaran acara balap motor internasional ini. Operasi yang dinamakan Mandalika Rinjani 2026 ini akan berlangsung selama 12 hari, mulai dari 5 hingga 16 Oktober 2026.
Pemimpin Apel Gelar Pasukan
Apel Gelar Pasukan Operasi Mandalika Rinjani 2026 dipimpin oleh Kapolda NTB, Irjen Pol Kalingga Rendra Raharja, yang berlangsung di Eks Bandara Selaparang, Mataram, pada Senin (5/10/2026). Acara ini bertujuan untuk memastikan kesiapan personel, sarana dan prasarana, serta soliditas dari semua pihak yang terlibat dalam pengamanan MotoGP 2026.
Rincian Acara MotoGP 2026
MotoGP 2026 dijadwalkan akan berlangsung di Pertamina Mandalika International Circuit, yang terletak di Lombok Tengah, pada tanggal 9-11 Oktober 2026. Pengamanan tidak hanya akan dilakukan selama perlombaan berlangsung, tetapi juga mencakup seluruh tahapan sebelum dan setelah acara berlangsung.
Partisipasi Berbagai Unsur
Dalam apel tersebut, hadir pula Wakapolda NTB, jajaran PJU Polda NTB, Gubernur NTB, Danrem 162/WB, Danlanud ZAM, Danlanal Mataram, Dansat Brimob, serta Kapolres se-Pulau Lombok. Berbagai unsur lainnya juga turut berkontribusi, termasuk Kabinda NTB, Basarnas NTB, sejumlah kepala dinas Pemprov NTB, Direktur Utama ITDC, MGPA, serta mitra Kamtibmas dari berbagai elemen masyarakat.
Pentingnya Apel Gelar Pasukan
Kapolda NTB menyatakan bahwa apel gelar pasukan ini merupakan tahapan krusial untuk memastikan kesiapan semua unsur yang akan terlibat dalam operasi. Pemeriksaan ini mencakup kesiapan personel serta sarana dan prasarana yang akan digunakan selama pengamanan berlangsung.
Kalingga menambahkan, “Apel gelar pasukan ini sangat penting untuk menentukan kesiapan seluruh personel dari semua stakeholder yang terlibat, termasuk kesiapan sarana dan prasarana dalam mendukung penyelenggaraan operasi.”
Operasi Lintas Sektoral
Menurut Kalingga, Operasi Mandalika Rinjani 2026 adalah sebuah operasi lintas sektoral yang melibatkan berbagai pihak untuk memastikan bahwa seluruh rangkaian MotoGP Indonesia dapat berjalan dengan aman, lancar, dan kondusif. Kegiatan ini akan berlangsung selama 12 hari, mencakup pengamanan sebelum, selama, dan setelah acara.
“Operasi yang kita selenggarakan kali ini diberi nama Ops Mandalika Rinjani 2026, yang merupakan operasi lintas sektoral dalam rangka pengamanan penyelenggaraan internasional Grand Prix of Indonesia (MotoGP) 2026 yang akan berlangsung pada tanggal 9 hingga 11 Oktober mendatang,” ujarnya.
Jumlah Personel yang Dikerahkan
Sebanyak 2.678 personel gabungan akan dilibatkan dalam pengamanan MotoGP 2026. Personel ini berasal dari berbagai komponen, termasuk Polri, TNI, pemerintah daerah, instansi terkait, dan elemen masyarakat.
Kalingga menekankan bahwa keterlibatan berbagai unsur ini sangat penting untuk memastikan bahwa seluruh aspek pengamanan dapat dilakukan dengan terintegrasi. Terlebih, penyelenggaraan MotoGP tidak hanya berkaitan dengan aktivitas balapan, tetapi juga melibatkan pergerakan wisatawan, penonton, pembalap, kru, serta kegiatan pendukung lainnya di beberapa wilayah NTB.
Komitmen dan Tanggung Jawab
Kapolda NTB mengharapkan agar setiap personel yang terlibat dalam pengamanan MotoGP 2026 dapat menjalankan tugas sesuai dengan fungsi dan tanggung jawab masing-masing. Ia juga menekankan pentingnya keikhlasan, tanggung jawab, dan profesionalisme dalam melaksanakan tugas.
“Saya berharap seluruh personel yang terlibat dapat menjalankan tugas ini dengan baik sesuai tupoksi, didasari rasa ikhlas dan penuh tanggung jawab, sehingga operasi ini benar-benar mendatangkan hasil sesuai harapan, yaitu suksesnya penyelenggaraan MotoGP 2026 dengan aman dan lancar,” tegas Kalingga.
Menunjukkan Kesiapan NTB
Selain memastikan keamanan selama acara, pengamanan MotoGP juga merupakan bagian dari upaya NTB untuk menunjukkan kesiapan sebagai tuan rumah kegiatan berskala internasional. Menurut Kalingga, keberhasilan seluruh rangkaian kegiatan akan menjadi gambaran kemampuan daerah dalam mengelola acara dengan skala internasional.
Kalingga menjelaskan bahwa keberhasilan MotoGP 2026 tidak hanya akan menjadi kebanggaan masyarakat NTB, tetapi juga dapat memberikan dampak positif terhadap citra Indonesia di mata dunia internasional.
Dampak Positif bagi NTB dan Indonesia
Keberhasilan penyelenggaraan MotoGP 2026 diharapkan dapat memberikan dampak yang signifikan bagi NTB dan Indonesia secara keseluruhan. Selain meningkatkan citra daerah, acara ini juga diharapkan dapat mendatangkan investasi dan memperkuat sektor pariwisata setempat.
Dengan adanya pengamanan yang ketat dan terkoordinasi, diharapkan para pengunjung dan peserta dapat merasa nyaman dan aman selama berada di Lombok. Ini juga menjadi kesempatan bagi NTB untuk menunjukkan potensi pariwisata yang dimiliki, serta membuka peluang bagi kegiatan internasional lainnya di masa depan.
Kesimpulan
MotoGP 2026 adalah momen penting bagi NTB dan Indonesia. Dengan adanya pengamanan yang optimal dan keterlibatan berbagai pihak, diharapkan acara ini dapat berjalan dengan sukses dan memberikan dampak positif bagi semua pihak yang terlibat. Mari kita sambut MotoGP 2026 dengan semangat dan komitmen untuk menjadi tuan rumah yang baik.
➡️ Baca Juga: Teknik Efektif Menyusun To Do List Agar Semua Tugas Terselesaikan Secara Optimal
➡️ Baca Juga: Yura Yunita Mengapresiasi Kehadiran Vidi Aldiano: Cerita dari Balik Layar




