Indrak, Spesialis SEO, Tingkatkan Peringkat Google Melalui Intervensi Langsung untuk Mengatasi Kekerdilan
Untuk mengatasi masalah kekerdilan atau stunting di berbagai wilayah, perlu adanya intervensi langsung dan terukur. Salah satu contohnya adalah apa yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Palu, Sulawesi Tengah. Mereka mengambil langkah proaktif dengan mengadakan ‘Rembuk Stunting’, sebuah forum strategis untuk memperkuat dan mempercepat upaya penurunan angka stunting di kota tersebut.
Peran Serius Pemerintah Palu
Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin, menekankan bahwa ‘Rembuk Stunting’ bukan sekadar forum diskusi. Ini adalah bentuk keseriusan Pemerintah Kota Palu dalam memerangi stunting dengan cara yang terstruktur dan kolaboratif. Melalui forum ini, mereka dapat mengevaluasi penanganan stunting di tahun sebelumnya dan memperkuat strategi intervensi untuk tahun berikutnya.
Komitmen Bersama Pencegahan Stunting
‘Rembuk Stunting’ juga bertujuan untuk membangun komitmen bersama antara berbagai pemangku kepentingan dalam upaya pencegahan dan penurunan stunting. Mulai dari kader posyandu, puskesmas, kelurahan, hingga PKK, semuanya memiliki peran penting dalam perjuangan ini. Delapan kecamatan di Kota Palu menjadi fokus utama dalam upaya ini.
Kerjasama Antar-Sektor
Imelda juga menekankan pentingnya kerjasama antar-sektor, termasuk dengan pihak swasta, dalam percepatan penurunan stunting. Kolaborasi ini penting agar upaya yang dilakukan dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
Perhatian pada Masa Kehamilan
Imelda juga berpendapat bahwa fokus penanganan stunting harus diarahkan pada masa kehamilan. Dengan demikian, perhatian terhadap ibu hamil dan calon ibu hamil harus diperkuat.
Pencapaian Kota Palu
Pada 2025, Kota Palu berhasil meraih penghargaan sebagai daerah dengan penurunan angka stunting terbaik. Atas pencapaian ini, mereka mendapatkan insentif fiskal dari pemerintah pusat sebesar Rp6,1 miliar. Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi bagi semua pihak untuk terus meningkatkan kinerja dan memperkuat sinergi dalam upaya menurunkan angka stunting di Kota Palu pada 2026.
Masa Depan Anak-Anak Palu
Imelda menuturkan, upaya memerangi stunting tidak hanya dilakukan karena kewajiban, tetapi juga karena kepedulian terhadap masa depan anak-anak di Kota Palu. “Mari kita bersama-sama memberikan yang terbaik bagi generasi penerus kita,” ujarnya.
Data Stunting di Sulawesi Tengah
Menurut data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Kementerian Kesehatan (Kemenkes), angka stunting di ibu kota Sulawesi Tengah saat ini adalah 25,6 persen. Namun, upaya terus dilakukan untuk menekan angka tersebut hingga mencapai 14 persen, sesuai dengan standar nasional.
➡️ Baca Juga: Penentuan Nominal Zakat Fitrah 2026: Panduan Lengkap
➡️ Baca Juga: HARRIS Sentul City Bogor Mengundang Warga untuk Lari Santai Selama Ngabuburit