Proses Pembersihan Rumah oleh Warga Periuk Tangerang Pasca Terjadinya Banjir

Telah menjadi suatu hal biasa bagi warga Perumahan Villa Mutiara Pluit, Kecamatan Periuk Jaya, Kota Tangerang untuk melakukan pembersihan rumah pasca banjir. Banjir yang mencapai ketinggian lima meter ini tidak hanya merendam rumah, tetapi juga membawa lumpur dan sampah. Namun, warga Periuk Damai masih merasakan efek banjir dengan ketinggian air yang mencapai 60 sentimeter.
Proses Pembersihan Pasca Banjir
Warga setempat tampak sibuk membersihkan rumah mereka. Mereka terlihat menyapu lumpur, mengeringkan perabot, dan merapihkan barang-barang yang sebelumnya terendam banjir. Banjir yang terjadi sejak awal minggu ini merupakan hasil dari hujan deras dan meluapnya aliran sungai di sekitar permukiman.
Pada titik tertinggi, banjir dilaporkan mencapai ketinggian lima meter di beberapa titik perumahan. Kondisi ini memaksa banyak warga untuk mengungsi atau tinggal di lantai atas rumah mereka.
Peran Warga Lokal dalam Pembersihan
Seorang warga bernama Puspa mengungkapkan bahwa air mulai secara perlahan surut sejak hari sebelumnya. Ini memungkinkan warga bisa kembali ke rumah mereka dan mulai membersihkan lumpur serta sampah yang dibawa banjir.
“Sejak kemarin, airnya sudah mulai turun. Pagi tadi, air semakin surut, sehingga kami langsung membersihkan rumah dari lumpur dan sampah,” kata Puspa pada hari Jumat (13/3).
Puspa juga menyebutkan bahwa tinggi air di beberapa bagian perumahan berbeda-beda, terutama di gang-gang yang permukaannya lebih rendah dibandingkan jalan utama. “Jika di pinggir jalan tingginya hanya sampai lutut orang dewasa, tetapi di dalam gang yang tanahnya lebih rendah, air sempat sampai sekitar lima meter,” ungkapnya.
Dampak Banjir pada Aktivitas Warga
Di lokasi yang sama, seorang warga lain bernama Nurhayati mengungkapkan bahwa banjir kali ini menghentikan aktivitas warga selama beberapa hari. Air masuk hampir ke seluruh rumah di lingkungan tersebut, membuat banyak barang terendam dan listrik pun dimatikan.
“Ketika air tinggi, kami tidak bisa melakukan apa-apa. Banyak barang yang terendam, listrik juga sempat dimatikan jadi kami hanya menunggu airnya surut,” ucap Nurhayati.
Nurhayati berharap pemerintah dapat mengambil tindakan untuk mencegah terjadinya banjir serupa di kawasan permukiman tersebut. “Harapannya ada penanganan dari pemerintah, seperti normalisasi atau perbaikan saluran air, sehingga ketika hujan deras tidak langsung meluap lagi,” ujarnya.
Bantuan Pemerintah dalam Penanganan Banjir
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang, Andia S Rahman, menyatakan bahwa banjir kini hanya tersisa di satu titik, yaitu di kawasan Periuk Damai.
“Untuk hari keenam, banjir ini hampir di seluruh wilayah Kecamatan Periuk telah surut, Alhamdulillah. Tinggal satu titik di Periuk Damai dengan ketinggian sekitar 60 sentimeter,” ujar Andia.
Andia menjelaskan bahwa petugas gabungan masih terus bekerja di lapangan untuk mempercepat proses penyurutan air di lokasi yang tersisa. Sejumlah pompa air telah dikerahkan untuk mengurangi genangan yang masih menghambat aktivitas warga.
➡️ Baca Juga: Katalog Alfamart 1–15 Maret 2026: Minyak Goreng Murah, Sirup & Biskuit Lebaran Diskon, Susu Anak Promo
➡️ Baca Juga: BNPP Evaluasi Efek Banjir Bandang di Aceh dan Prioritaskan Pemulihan Infrastruktur Jalan



