Bapanas Ajukan Penambahan Kuota Jagung untuk Pakan Ternak Nasional

Jakarta – Badan Pangan Nasional (Bapanas) telah mengajukan permohonan untuk menambah kuota jagung pakan ternak sebanyak 150 ribu ton melalui program strategis yang dikenal dengan SPHP. Permintaan ini bertujuan untuk memberikan dukungan lebih bagi peternak mikro yang sering kali terdampak oleh perubahan harga pakan yang tidak stabil.
Usulan Tambahan Kuota Jagung Pakan Ternak
Usulan mengenai penambahan kuota jagung ini telah disampaikan oleh Bapanas kepada Kementerian Koordinator Bidang Pangan untuk didiskusikan dalam Rapat Koordinasi Terbatas. Diharapkan, dengan adanya tambahan kuota ini, para peternak akan lebih mudah mendapatkan pakan dengan harga yang lebih terjangkau.
Intervensi Pemerintah untuk Stabilitas Pangan
I Gusti Ketut Astawa, Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, menekankan bahwa penambahan kuota jagung dalam program SPHP merupakan salah satu bentuk intervensi pemerintah. Kebijakan ini diharapkan dapat membantu para peternak menghadapi lonjakan harga pakan sekaligus menjaga stabilitas harga telur di pasaran.
Diskusi Bersama Asosiasi Peternak
Dalam beberapa waktu lalu, Kepala Bapanas telah mengadakan pertemuan dengan berbagai asosiasi peternakan telur yang berlangsung di Surabaya. Pertemuan ini bertujuan untuk memastikan bahwa pemerintah akan mengambil langkah intervensi. Dalam kesempatan tersebut, telah disepakati bahwa untuk mengendalikan harga, perlu dilakukan penyesuaian harga telur di tingkat produsen. Dengan demikian, Kepala Bapanas memutuskan untuk menambah kuota jagung pakan sebanyak 150 ribu ton.
Program SPHP Jagung Pakan 2026
Program SPHP jagung pakan untuk tahun 2026 telah dimulai sejak awal bulan Mei, dengan total kuota yang ditetapkan sebesar 213,2 ribu ton. Kuota tersebut terbagi menjadi tiga kategori: 138,65 ribu ton untuk peternak mikro, 50,37 ribu ton untuk peternak kecil, dan 24,17 ribu ton untuk peternak menengah.
Realisasi Penyaluran Kuota
Hingga tanggal 18 Agustus 2026, penyaluran jagung pakan telah mencapai 120,31 ribu ton, yang berarti setara dengan 49,97 persen dari total kuota yang tersedia. Jagung ini telah berhasil diakses oleh peternak di 28 provinsi di seluruh Indonesia.
Distribusi Penerima di Berbagai Daerah
Jawa Timur menjadi provinsi dengan jumlah peternak penerima terbanyak, mencatatkan sebanyak 3.672 peternak. Diikuti oleh Jawa Tengah dengan 2.012 peternak yang juga mendapatkan akses terhadap kuota jagung pakan ini.
Upaya Memperbaiki Harga Telur
Kemudian, Ketut juga menjelaskan bahwa pemerintah berusaha untuk memperbaiki harga telur di level peternak. Saat ini, harga telur masih berada di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP) yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
Perkembangan Harga di Pasaran
Ketut menambahkan, saat ini perkembangan harga di sisi produsen masih belum optimal. Oleh karena itu, pemerintah sedang berupaya untuk meningkatkan harga di tingkat peternak yang diharapkan dapat berimplikasi positif pada Indeks Perkembangan Harga (IPH) ke depan. Namun, di sisi konsumen, harga telur masih berada di bawah Rp 30.000 per kilogram.
Berdasarkan pantauan Bapanas per tanggal 19 Agustus, harga telur ayam di tingkat peternak mencapai Rp22.978 per kilogram. Harga tersebut tercatat 13,29 persen lebih rendah dibandingkan HAP yang ditetapkan sebesar Rp26.500 per kilogram.
Harga Ayam Broiler dan Telur di Pasaran
Sementara itu, harga ayam broiler di tingkat peternak berada di angka Rp24.849 per kilogram, yang juga tercatat 0,6 persen di bawah HAP. Di sisi lain, rerata harga telur ayam di tingkat konsumen tercatat sebesar Rp28.097 per kilogram, sedangkan rerata harga daging ayam mencapai Rp40.639 per kilogram.
Komitmen Pemerintah dalam Penyediaan Jagung
Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menggarisbawahi komitmen pemerintah untuk terus memastikan ketersediaan jagung bagi para peternak. Amran juga memberikan instruksi kepada Bulog untuk memperpanjang penyaluran SPHP jagung hingga akhir tahun ini.
Instruksi untuk Memperpanjang SPHP
“Kami akan menambah dan memperpanjang program SPHP. Tanggung jawab ini ada pada Bulog, dan saya ingin penyaluran ini diperpanjang selama mungkin. Selama peternak membutuhkan, kami akan terus memberikan dukungan, tanpa basa-basi,” tegas Amran.
Melalui langkah-langkah ini, diharapkan para peternak dapat lebih stabil dalam mengelola usaha mereka, terutama dalam menghadapi tantangan yang muncul dari fluktuasi harga pakan. Dengan adanya penambahan kuota jagung pakan, diharapkan dukungan terhadap sektor peternakan dapat semakin kuat dan berkelanjutan.
➡️ Baca Juga: Filipina Mengubah Format KTT ASEAN: Apa Dampaknya bagi Kerjasama Regional?
➡️ Baca Juga: 12 Inspirasi Outfit Jumat Agung Wanita Sopan dan Elegan untuk Ibadah Tanpa Saltum




