Bryan Domani Hadapi Dunia Zombie yang Brutal Tanpa Persiapan Bela Diri

Dalam dunia perfilman, tantangan yang dihadapi oleh para aktor kerap kali melebihi batas imajinasi. Begitu juga dengan Bryan Domani, yang mempersiapkan diri untuk perannya dalam film terbaru berjudul Zona Merah. Menariknya, film ini membawa penonton ke dalam dunia zombie yang brutal, di mana Bryan berperan sebagai Omar, seorang tentara yang mengalami transformasi menjadi pembunuh bayaran. Dalam konferensi pers yang diadakan di Senayan, Jakarta Pusat, pada Rabu (1/4), Bryan berbagi pengalamannya mengenai perjalanan dan persiapannya untuk peran yang penuh aksi ini.

Memasuki Karakter yang Berbeda

Ketika ditawari peran ini oleh sutradara Sidharta Tata dan Fajar Martha Santosa, Bryan mengaku merasa tertantang. “Ini adalah karakter yang sangat berbeda dari apa yang pernah saya perankan sebelumnya,” ujarnya. Untuk menyesuaikan diri dengan karakter Omar, Bryan melakukan beberapa perubahan fisik, termasuk menambah massa otot agar penampilannya terlihat lebih kekar dan memotong rambutnya lebih pendek di bagian samping.

Dengan sekitar 80% dari adegannya diisi dengan aksi, termasuk adegan tembak-tembakan, Bryan merasa bahwa pengalaman ini adalah langkah baru dalam karir aktingnya. “Ini adalah pertama kalinya saya terlibat dalam proyek yang begitu intens dari segi aksi,” tambahnya dengan antusias.

Kecintaan terhadap Film Zombie

Bergabung dalam proyek ini bukanlah keputusan yang sulit bagi Bryan, mengingat kecintaannya yang mendalam terhadap genre film zombie. Sejak kecil, ia telah menyaksikan berbagai film tentang zombie dan bahkan pernah memikirkan skenario bertahan hidup jika dunia zombie benar-benar terjadi. “Sama seperti Kak Luna (Maya), saya juga sangat menyukai zombie,” ungkapnya. “Kadang-kadang, saya membayangkan bagaimana jika dunia ini penuh dengan zombie, saya pasti akan mencari tempat aman.” Bryan mengungkapkan bahwa imajinasinya tentang skenario apokalips, seperti membuat panah untuk bertahan hidup, adalah bagian dari ketertarikannya terhadap genre ini.

Persiapan Fisik Tanpa Kelas Bela Diri

Saat ditanya tentang persiapan fisik yang dilakukan untuk mendalami karakter Omar, Bryan menjelaskan bahwa ia tidak mengambil kelas bela diri khusus. “Saya tidak merasa perlu mengikuti kelas bela diri,” jelasnya. “Di dunia film ini, pertarungan lebih bersifat survival. Zona Merah adalah drama horor survival, jadi kami harus beradaptasi dengan situasi yang ada, termasuk bertarung dengan cara yang lebih organik, seperti mencakar atau menggigit jika diperlukan untuk bertahan hidup.” Pendekatan ini memberikan nuansa yang lebih realistis dalam menampilkan situasi genting yang dihadapi oleh karakter-karakter dalam film.

Film Zona Merah yang Adaptif

Film Zona Merah kini resmi diadaptasi menjadi film layar lebar, dengan dukungan dari rumah produksi Screenplay Films. Proses produksi dijadwalkan akan berlangsung mulai April hingga Mei 2026. Film ini tidak hanya menawarkan skala produksi yang lebih besar, tetapi juga pendekatan visual yang lebih sinematik serta peningkatan intensitas cerita yang signifikan.

Dalam hal penokohan, proyek ini memperkenalkan kombinasi karakter lama serta wajah-wajah baru yang akan memperkaya narasi. Para aktor seperti Aghniny Haque, Andri Mashadi, Maria Theodore, Devano, dan Lukman Sardi akan melanjutkan peran mereka, sementara Bryan Domani, Luna Maya, Shindy Huang, Myesha Lin, dan Derby Romero bergabung sebagai karakter baru yang akan menambah dinamika cerita.

Menjaga Keaslian dalam Aksi

Dalam Zona Merah, aksi bukan hanya sekadar pertarungan fisik. Bryan menekankan pentingnya menjaga keaslian saat berinteraksi dengan lawan main. “Kami ingin menampilkan aksi yang terasa nyata, bukan hanya sekadar koreografi yang terencana,” katanya. Pendekatan ini diharapkan dapat membawa penonton merasakan ketegangan dan realitas dari dunia zombie yang brutal.

Selain itu, Bryan juga berbagi tantangan yang ia hadapi saat berlatih untuk adegan aksi. “Setiap karakter memiliki cara bertahan hidup yang berbeda, jadi kami harus menemukan cara yang tepat untuk menggambarkan itu di layar,” ujarnya. Dengan perencanaan yang matang dan penggambaran karakter yang mendalam, Bryan berharap film ini dapat memberikan pengalaman menonton yang memuaskan bagi para penggemar genre horor dan aksi.

Peran Luna Maya sebagai Produser Eksekutif

Bukan hanya tampil di depan layar, Luna Maya juga berperan sebagai produser eksekutif dalam proyek Zona Merah. Ini menandai langkah baru dalam karirnya, di mana ia tidak hanya berkontribusi sebagai aktris, tetapi juga sebagai penggerak di balik layar. Luna berharap dapat membawa visi kreatifnya ke dalam film dan memberikan nuansa baru dalam setiap aspek produksi.

Bersama dengan tim yang solid, mereka bertekad untuk menciptakan film yang tidak hanya memenuhi ekspektasi penonton, tetapi juga menghadirkan sesuatu yang segar dan inovatif. Kombinasi antara pengalaman Luna dalam industri film dan energi baru dari para aktor muda diharapkan dapat menciptakan chemistry yang kuat di layar.

Menghadapi Tantangan dalam Dunia Zombie

Menghadapi tantangan dalam dunia zombie bukanlah hal yang mudah. Bryan dan timnya harus bersiap untuk berbagai situasi ekstrem yang mungkin muncul. “Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi, jadi penting untuk selalu siap,” katanya. Pendekatan ini menuntut setiap anggota tim untuk beradaptasi dengan cepat dan berkolaborasi dengan baik satu sama lain.

Dalam film ini, Bryan juga ingin menunjukkan bahwa meskipun dunia luar dipenuhi dengan ancaman, hubungan antar karakter tetap menjadi inti cerita. “Kami ingin penonton merasakan hubungan emosional di antara karakter-karakter ini, meskipun mereka berada dalam situasi yang mengerikan,” tuturnya. Hal ini diharapkan dapat memberikan kedalaman lebih pada cerita, selain hanya aksi dan ketegangan.

Harapan untuk Penonton

Dengan semua persiapan dan dedikasi yang telah dilakukan, Bryan berharap film Zona Merah dapat diterima dengan baik oleh penonton. “Saya ingin penonton merasakan ketegangan dan keseruan yang kami alami selama proses syuting,” ujarnya. Ia juga berharap film ini dapat menjadi salah satu karya yang diingat dalam genre horor dan aksi di Indonesia.

Dengan karakter yang kuat, visual yang menakjubkan, dan alur cerita yang mendebarkan, Zona Merah siap menyajikan pengalaman menonton yang tak terlupakan. Bryan merasa bangga dapat menjadi bagian dari proyek ini dan tidak sabar untuk melihat reaksi penonton saat film ini dirilis. “Kami telah bekerja keras, dan saya yakin hasilnya akan memuaskan,” tutupnya dengan penuh harapan.

➡️ Baca Juga: 5 HP Xiaomi Terbaik dengan Stabilizer Video untuk Konten Kreator di 2026

➡️ Baca Juga: Lebaran di Perantauan, Begini Cara Atasi Rasa Rindu Rumah

Exit mobile version