BNPP Evaluasi Efek Banjir Bandang di Aceh dan Prioritaskan Pemulihan Infrastruktur Jalan

Pada hari Sabtu, 7 Maret 2026, Sekretaris Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Komjen Pol. Makhruzi Rahman berkomitmen untuk mempercepat pemulihan daerah yang terkena dampak banjir bandang di Aceh. Ia mengunjungi Kabupaten Pidie Jaya secara langsung untuk melihat kondisi pasca-bencana dan mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat, khususnya dalam pemulihan infrastruktur dasar. Kunjungan ini juga merupakan bagian dari upaya BNPP untuk memastikan koordinasi lintas sektor berjalan efektif di daerah yang terkena dampak banjir bandang.
Makhruzi menjelaskan bahwa kunjungannya ke Aceh merupakan instruksi langsung dari Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, yang juga menjabat sebagai Kepala BNPP. “Ini merupakan arahan langsung dari Bapak Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian sebagai Kepala BNPP RI,” kata Komjen Pol. Makhruzi pada hari Senin, 9 Maret 2026. “Kami datang bersama tim untuk memastikan percepatan pemulihan dapat berjalan dengan baik di daerah yang terkena dampak.”
BNPP RI, dalam upayanya, telah membentuk tim yang bertugas di beberapa kabupaten yang terkena dampak banjir bandang. Dr. Nurdin, Deputi Bidang Pengelolaan Batas Wilayah Negara BNPP RI, ditugaskan untuk meninjau kondisi di Kabupaten Bireuen. Sementara itu, Asisten Deputi Infrastruktur Fisik BNPP RI, Amrullah M. Ridha, ditugaskan untuk meninjau lokasi yang terkena dampak di Kabupaten Aceh Tamiang.
“Fokus utama BNPP RI dalam tahap pemulihan pasca-bencana adalah membersihkan akses jalan umum yang masih terhalang material lumpur dan pasir,” ujar Komjen Pol. Makhruzi. “Dari observasi kami, masih ada banyak jalan yang sulit dilalui oleh masyarakat akibat tumpukan lumpur pasca-banjir. Ini menjadi prioritas kami, karena hal ini berdampak langsung pada mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat.”
BNPP RI juga berencana untuk segera mengirim bantuan alat berat ke daerah yang terkena dampak, seperti ekskavator dan dump truck, untuk membantu proses pemindahan material. “Kami akan berfokus pada Kabupaten Pidie Jaya, Bireuen, dan Aceh Tamiang. Bantuan alat berat ini sangat dibutuhkan untuk mempercepat dan memaksimalkan proses pembersihan jalan,” tambahnya.
Sementara itu, Dr. Nurdin, yang meninjau lokasi yang terkena dampak di Kabupaten Bireuen, menekankan pentingnya membersihkan material sisa banjir untuk memudahkan akses jalan masyarakat. “Hari ini kami bersama Camat Peusangan Siblah Krueng dan Plt Kepala BPBD Bireuen meninjau lokasi yang akan dikerjakan oleh tim BNPP,” jelas Dr. Nurdin pada hari Minggu, 8 Maret 2026. “Jika tumpukan tanah bekas banjir ini tidak segera dibersihkan, potensi genangan saat hujan bisa terjadi kembali.”
Dr. Nurdin menambahkan bahwa tim akan berfokus pada pembersihan tumpukan tanah di sekitar jalan utama untuk memastikan akses masyarakat kembali normal. “Semoga pengerjaan ini bisa dilakukan dengan cepat sehingga aktivitas masyarakat tidak lagi terganggu,” kata Dr. Nurdin.
Dari pihak pemerintah kecamatan, Camat Peusangan Siblah Krueng di Kabupaten Bireuen, Afrizal, menyampaikan bahwa terdapat…
➡️ Baca Juga: Maliq & D’Essentials Akan Mendirikan Sekolah Musik: Strategi Efektif untuk Meningkatkan Keterampilan Musik Anda
➡️ Baca Juga: Visualz Esports Menjuarai King Arena CODM 2026 dengan Mengalahkan Tim Rejects 4-0