Pemenuhan kebutuhan gizi anak melalui ASI eksklusif merupakan hal yang sangat penting, terutama bagi ibu yang bekerja. Namun, banyak ibu yang merasa kesulitan untuk memberikan ASI secara optimal akibat keterbatasan waktu dan dukungan dari lingkungan kerja. Dalam rangka meningkatkan dukungan ASI eksklusif bagi ibu yang berkarir, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang menggelar Seminar ASI Eksklusif. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka Bulan Menyusui Nasional dan berlangsung di Ruang Al-Amanah, Puspem Kota Tangerang, pada 24 Agustus.
Sinergi untuk Mendukung Ibu Menyusui
Kegiatan seminar ini merupakan hasil kolaborasi antara Dinkes Kota Tangerang dengan Yayasan Project HOPE Indonesia dan Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI). Sebanyak 140 peserta yang terdiri dari perwakilan berbagai organisasi perangkat daerah (OPD), kecamatan, kelurahan, hingga puskesmas berpartisipasi dalam seminar ini. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat advokasi dalam menciptakan lingkungan kerja yang mendukung ibu menyusui, agar pemenuhan ASI eksklusif hingga anak berusia dua tahun dapat terwujud.
Menurut Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Tangerang, drg Sari Nur Arofah, seminar ini diharapkan bisa menjadi penggerak bagi seluruh instansi pemerintah dan sektor swasta di Kota Tangerang untuk menciptakan lingkungan kerja yang ramah bagi ibu dan bayi. Hal ini penting untuk mencapai target pemenuhan ASI eksklusif yang menjadi salah satu prioritas kesehatan anak.
Peran Lingkungan Kerja dalam Menyusui
Dalam seminar tersebut, Dr. Tutut Sri Purwanti, selaku Program Manager Maternal and Newborn Health dari Yayasan Project HOPE Indonesia, menegaskan bahwa keberhasilan menyusui sangat bergantung pada dukungan dari berbagai pihak, terutama dari tempat kerja. Program HerWay yang diusung oleh Project HOPE berkomitmen untuk mendukung kesehatan ibu dan anak secara berkelanjutan.
- Fasilitas laktasi yang memadai.
- Kebijakan fleksibilitas waktu untuk memerah ASI.
- Pelatihan untuk manajer dan karyawan tentang pentingnya dukungan terhadap ibu menyusui.
- Regulasi yang mengatur perlindungan bagi ibu menyusui di tempat kerja.
- Peningkatan kesadaran akan ASI eksklusif di kalangan pekerja.
Dr. Tutut menambahkan, menyusui merupakan perjuangan yang memerlukan dukungan penuh dari berbagai pihak. Ia mengingatkan pentingnya adanya regulasi yang jelas, yang dapat diimplementasikan hingga ke tingkat OPD dan perusahaan. Fasilitas seperti ruang laktasi yang layak dan kelonggaran waktu untuk memerah ASI sangat penting agar ibu dapat memenuhi kebutuhan ASI bagi anak mereka.
Perhatian terhadap Fasilitas Laktasi
Sekretaris Jenderal AIMI, Lianita Prawindarti, juga memberikan pandangannya mengenai pentingnya fasilitas laktasi di tempat kerja. Ia mengapresiasi capaian cakupan ASI eksklusif di Kota Tangerang yang berada di atas rata-rata nasional, yaitu sekitar 61 hingga 62%. Namun, ia menekankan bahwa keberadaan ruang laktasi jangan hanya menjadi formalitas untuk memenuhi kewajiban, melainkan harus memberikan manfaat nyata bagi pekerja perempuan.
Pentingnya kebijakan manajemen yang mendukung ibu menyusui tidak dapat diabaikan. Manajemen perlu memberikan kesempatan yang cukup bagi pekerja perempuan untuk memerah ASI sesuai kebutuhan mereka. Selain itu, perlindungan terhadap promosi susu formula juga harus diperkuat melalui regulasi daerah agar tidak mengganggu kepatuhan terhadap ASI eksklusif.
Membangun Kesadaran Bersama
Melalui sinergi lintas sektor ini, Pemkot Tangerang berkomitmen untuk terus mendorong pemenuhan hak ibu dan anak, demi menciptakan generasi masa depan yang sehat dan berkualitas. Pihak-pihak terkait diharapkan dapat bersatu untuk mewujudkan lingkungan yang mendukung keberhasilan menyusui, sehingga lebih banyak ibu yang bisa memberikan ASI eksklusif kepada anak-anak mereka.
Dengan adanya dukungan yang kuat dari instansi pemerintah, sektor swasta, serta masyarakat, diharapkan ibu-ibu yang bekerja dapat menjalani perannya dengan baik sebagai pekerja sekaligus sebagai ibu. Seminar ini diharapkan menjadi langkah awal untuk menjalin kerjasama dan komitmen dalam mendukung ASI eksklusif bagi ibu di Kota Tangerang.
Dalam rangka mencapai target ASI eksklusif, perlu ada perubahan cara pandang dan pendekatan terhadap dukungan bagi ibu menyusui. Di sinilah pentingnya seminar seperti ini, yang berfungsi sebagai platform untuk berbagi informasi, pengalaman, serta strategi dalam meningkatkan dukungan ASI eksklusif di lingkungan kerja.
Di masa depan, diharapkan akan ada lebih banyak inisiatif dan program yang dapat memfasilitasi ibu yang bekerja dalam memberikan ASI eksklusif. Dengan cara ini, kita dapat bersama-sama membangun generasi yang lebih sehat dan berkualitas melalui pemberian ASI yang optimal.
➡️ Baca Juga: Cek Berapa Banyak Orang di Indonesia Menggunakan Nama Kamu Melalui Fitur IKD
➡️ Baca Juga: Anggota DPR dengan Kekayaan Rp3,5 Miliar Masuk Desil 4, Apa Penyebabnya?
