Gubernur Pramono Resmi Lantik Fauzi Bowo Sebagai Ketua Dewan Adat Betawi

Jakarta – Dalam sebuah acara yang berlangsung di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung secara resmi melantik Fauzi Bowo sebagai Ketua Dewan Adat dan Kebudayaan Betawi pada hari Jumat, 28 Agustus. Pelantikan ini menandai langkah penting dalam penataan kelembagaan adat dan budaya Betawi, selaras dengan ketentuan yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 tentang Provinsi Daerah Khusus Jakarta. Melalui langkah ini, diharapkan budaya Betawi dapat dilestarikan dan dikembangkan dengan lebih terstruktur dan efektif.
Pentingnya Penataan Kelembagaan Adat Betawi
Pramono Anung menjelaskan bahwa pemilihan nama Dewan Adat dan Kebudayaan Betawi didasarkan pada ketentuan yang diatur dalam undang-undang tersebut. Penyesuaian ini diharapkan menjadi landasan yang kuat bagi penerbitan Peraturan Gubernur dan Keputusan Gubernur yang berkaitan dengan kelembagaan adat Betawi di Jakarta. Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk memperkuat identitas dan keberadaan budaya Betawi di tengah-tengah keragaman budaya yang ada di ibu kota.
Dasar Hukum yang Kuat
“Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024, nama yang digunakan adalah nama yang ada di undang-undang, sehingga secara hukum, baik Peraturan Gubernur maupun Keputusan Gubernur yang dikeluarkan oleh Pemerintah DKI Jakarta, betul-betul mengacu pada undang-undang tersebut,” ungkap Pramono. Pernyataan ini menunjukkan bahwa semua langkah yang diambil dalam pengembangan kelembagaan budaya Betawi tidak hanya sekadar formalitas, tetapi memiliki landasan hukum yang jelas.
Peran Fauzi Bowo dalam Dewan Adat Betawi
Dewan Adat dan Kebudayaan Betawi kini berada di bawah kepemimpinan Fauzi Bowo, seorang tokoh Betawi yang sebelumnya menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Pramono berharap bahwa kehadiran Fauzi Bowo sebagai pemimpin lembaga ini akan membawa dampak positif dalam upaya pelestarian dan pengembangan kebudayaan Betawi. “Kami berharap lembaga ini dapat memberikan arahan yang jelas dalam menjaga dan mengembangkan kebudayaan Betawi,” ujar Pramono.
Pengalaman sebagai Modal Utama
Pramono juga menekankan bahwa penyelesaian masalah kelembagaan adat Betawi merupakan langkah krusial setelah melalui proses panjang yang dihadapi sebelumnya. Ia meyakini bahwa pengalaman yang dimiliki Fauzi Bowo sebagai tokoh masyarakat dan mantan gubernur akan menjadi modal berharga dalam memimpin lembaga ini. “Alhamdulillah persoalan Lembaga Adat Betawi yang begitu lama tidak terselesaikan, sekarang sudah selesai,” tambahnya.
Komitmen Pemerintah DKI Jakarta
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menunjukkan komitmennya untuk menjadi mitra strategis dalam pengembangan kebudayaan Betawi ke depan. Hal ini semakin penting mengingat Jakarta akan merayakan momen bersejarah, yaitu peringatan 500 tahun pada tahun 2027. Dalam rangka menyongsong peringatan tersebut, pemerintah berencana melakukan berbagai persiapan yang matang, termasuk penyusunan buku tentang Betawi.
Persiapan Peringatan 500 Tahun Jakarta
“Sebagai Gubernur Jakarta, tentunya kami akan menjadi mitra strategis untuk mengembangkan dan juga untuk berbicara tentang budaya Betawi ini ke depan. Dalam kesempatan ini saya sampaikan kepada Bapak, Ibu, Saudara-saudara sekalian, tahun depan 500 tahun Jakarta, saya dan jajaran Balai Kota sudah mempersiapkan buku tentang Betawi,” tutur Pramono. Buku ini diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat identitas kebudayaan Betawi dan memperkenalkannya kepada masyarakat luas.
Apresiasi dari Fauzi Bowo
Fauzi Bowo juga menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam terbentuknya Dewan Adat dan Kebudayaan Betawi. Menurutnya, keberadaan lembaga ini adalah hasil dari kolaborasi banyak pihak dan melalui berbagai dinamika yang ada. “Ini patut kita syukuri dan saya juga ingin menyampaikan penghargaan terima kasih saya kepada semua pihak yang telah mendukung keberadaan dan terwujudnya Lembaga Adat dan Kebudayaan Betawi,” katanya.
Penghargaan kepada Gubernur
Fauzi juga memberikan penghargaan khusus kepada Pramono atas dukungannya selama proses penataan kelembagaan adat dan kebudayaan Betawi. Ia mengakui, bahwa proses tersebut tidaklah mudah, mengingat keragaman latar belakang masyarakat Betawi yang ada. “Kita tahu ini bukan hal yang mudah, dinamika yang harus dialami bahkan selama periode Pak Gubernur Pramono Anung ini pun dinamikanya luar biasa,” ungkapnya.
Kolaborasi untuk Memperkuat Budaya Betawi
Dengan diresmikannya Dewan Adat dan Kebudayaan Betawi, Pemprov DKI berharap lembaga ini dapat menjadi wadah yang lebih kuat dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya Betawi. Kolaborasi antara pemerintah daerah dan lembaga adat diharapkan dapat memperkuat posisi kebudayaan Betawi sebagai bagian integral dari identitas Jakarta. Keberadaan lembaga ini tidak hanya penting bagi masyarakat Betawi, tetapi juga bagi seluruh warga Jakarta yang menghargai keberagaman budaya di ibu kota.
Dalam upaya ini, peran aktif masyarakat Betawi juga sangat diharapkan. Dengan keterlibatan semua pihak, pelestarian dan pengembangan kebudayaan Betawi dapat berjalan lebih efektif dan berkesinambungan. Selain itu, melalui berbagai kegiatan yang akan diadakan oleh Dewan Adat dan Kebudayaan Betawi, diharapkan akan semakin meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga dan merawat budaya lokal.
Secara keseluruhan, pelantikan Fauzi Bowo sebagai Ketua Dewan Adat dan Kebudayaan Betawi merupakan langkah strategis dalam upaya melestarikan dan mengembangkan budaya Betawi. Dengan dukungan pemerintah dan keterlibatan aktif masyarakat, diharapkan kebudayaan Betawi dapat terus hidup dan berkembang, serta memberikan kontribusi positif bagi Jakarta sebagai kota yang kaya akan budaya.
➡️ Baca Juga: Kewajiban Membayar Zakat Fitrah pada Bayi Baru Lahir: Penjelasan Lengkap dan Faktanya
➡️ Baca Juga: Vasaka Hotel Jakarta Luncurkan Promo Sarapan ‘Breakfast Bliss Awaits’ Hanya Rp99.000 Netto per Orang




