Dirut Bulog Tinjau Harga Bahan Pangan di Pasar Wonokromo Surabaya Secara Langsung

SURABAYA – Dalam upaya menjaga stabilitas harga bahan pangan, Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, melakukan pemantauan langsung di Pasar Wonokromo, Surabaya. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan harga-harga di pasar tradisional tetap terjaga dan tidak mengalami kenaikan yang signifikan.
Monitoring Harga Bahan Pangan di Pasar Tradisional
Ahmad Rizal Ramdhani menyatakan, “Kami bersama pimpinan Bulog, Satgas Pangan, Kepala Pasar, serta perwakilan dari Kodam V Brawijaya dan Dinas Koperasi UMKM serta Dinas Pertanian Jatim, melakukan pengecekan harga pangan di pasar. Langkah ini sejalan dengan instruksi Presiden yang menekankan pentingnya menjaga harga agar tidak mengalami kenaikan.” Kegiatan pemantauan yang berlangsung pada hari Sabtu, 4 April, ini menunjukkan komitmen Bulog dalam menanggapi kebijakan pemerintah.
Menurut Ahmad Rizal, pemantauan ini merupakan respons terhadap arahan dari Presiden Prabowo Subianto, yang ingin memastikan bahwa tidak ada kenaikan harga pangan di tingkat pasar. Ini juga merupakan tindak lanjut dari hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang dilakukan bersama Komisi XI DPR RI.
Pengecekan Langsung dan Hasilnya
“Kemarin kami mengadakan RDP dengan Komisi IX, dan hasilnya menunjukkan tidak ada indikasi kenaikan harga. Maka, hari ini kami melakukan pengecekan secara langsung untuk memastikan informasi tersebut akurat,” tambahnya.
Dari hasil pemantauan yang dilakukan, beberapa komoditas pangan menunjukkan stabilitas harga. Ahmad Rizal melaporkan bahwa harga beras yang terdaftar dalam program stabilisasi pasokan dan harga (SPHP) serta minyak goreng tetap dalam kendali. Menariknya, harga telur dan daging ayam mengalami penurunan.
- Harga beras SPHP stabil
- Harga MinyaKita tetap di Rp15.700
- Harga telur turun menjadi Rp29.000 dari sebelumnya Rp30.000 – Rp32.000
- Harga daging ayam ras kini berkisar Rp35.000 – Rp36.000, sebelumnya sempat mencapai Rp40.000 – Rp45.000
- Harga daging sapi masih tinggi, mencapai Rp140.000 per kilogram
Dinamika Harga Daging Sapi
Meskipun beberapa komoditas menunjukkan stabilitas, harga daging sapi masih menjadi sorotan utama. Saat ini, harga daging sapi berada di angka Rp140.000 per kilogram, yang tergolong tinggi jika dibandingkan dengan komoditas lainnya.
Ahmad Rizal mengungkapkan bahwa banyak pedagang mengeluhkan bahwa harga daging sapi telah mengalami kenaikan hingga empat kali, yang berdampak pada daya beli masyarakat. “Dulu, harga daging super sekitar Rp120.000, tetapi kini sulit untuk menemukan harga tersebut,” jelasnya.
Kesulitan Distribusi Daging Sapi
Dalam penjelasannya, Ahmad Rizal mencatat bahwa sulitnya mendapatkan pasokan sapi dari Rumah Potong Hewan (RPH) Kedurus menjadi salah satu penyebab kenaikan harga. “Stok sapi yang terbatas dan kesulitan dari pemasok untuk mendapatkan pasokan membuat harga sulit untuk dikendalikan,” katanya.
Menanggapi situasi ini, Ahmad Rizal memastikan bahwa Bulog akan melakukan investigasi lebih lanjut, terutama dalam aspek distribusi di tingkat hulu. “Kami akan meminta bantuan Satgas Pangan untuk memeriksa kondisi daging di RPH. Kami berencana untuk melakukan kunjungan langsung ke RPH malam ini untuk lebih memahami kendala yang ada,” ujarnya.
Peran Bulog dalam Stabilitas Pasar Bahan Pangan
Perum Bulog memiliki peran penting dalam menjaga ketersediaan dan stabilitas harga bahan pangan di Indonesia. Dalam konteks ini, pemantauan langsung di pasar tradisional adalah langkah strategis untuk memastikan kebijakan pemerintah berjalan efektif.
Dengan melakukan pengecekan harga secara langsung, Bulog tidak hanya melaksanakan tugasnya, tetapi juga menunjukkan komitmen terhadap kesejahteraan masyarakat. Ini juga berfungsi sebagai sinyal kepada pedagang dan produsen bahwa pemerintah memperhatikan dinamika harga di pasar, sehingga diharapkan dapat menciptakan kepercayaan di kalangan konsumen.
Pentingnya Kerjasama Antara Stakeholder
Keberhasilan dalam menjaga stabilitas harga bahan pangan tidak lepas dari kerjasama antara berbagai pihak. Kolaborasi antara Bulog, Satgas Pangan, Dinas Koperasi UMKM, Dinas Pertanian, serta instansi lainnya sangat penting untuk menciptakan ekosistem pasar yang sehat.
Dalam rangka mengoptimalkan pemantauan dan pengawasan harga, komunikasi yang baik antara pemerintah, pedagang, dan konsumen juga harus dijaga. Hal ini merupakan langkah krusial untuk menciptakan transparansi dalam pasar serta memastikan bahwa harga-harga tetap terjangkau bagi masyarakat.
Strategi Jangka Panjang untuk Mengatasi Kenaikan Harga
Pentingnya strategi jangka panjang dalam mengatasi masalah harga pangan juga tidak bisa diabaikan. Bulog perlu merumuskan langkah-langkah strategis untuk menghadapi potensi fluktuasi harga di masa depan.
Beberapa strategi yang bisa diterapkan antara lain:
- Meningkatkan kapasitas distribusi untuk menghindari kelangkaan
- Memperkuat kerjasama dengan para petani untuk memastikan pasokan yang stabil
- Mengembangkan program penyimpanan pangan untuk mengatasi musim panen yang tidak stabil
- Meningkatkan edukasi kepada konsumen tentang cara memilih bahan pangan yang berkualitas
- Mendorong inovasi dalam sektor pertanian untuk meningkatkan produktivitas
Dengan menerapkan strategi-strategi ini, Bulog tidak hanya dapat menjaga harga bahan pangan di Surabaya tetapi juga di seluruh Indonesia. Hal ini tentunya akan berdampak positif bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.
Selanjutnya, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat sangat penting dalam menjaga stabilitas harga. Keterlibatan aktif masyarakat dalam proses pengawasan harga juga bisa memberikan dampak yang signifikan terhadap pengendalian harga pangan.
Kesimpulan
Dengan upaya dan komitmen yang ditunjukkan oleh Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, dalam memantau harga bahan pangan di Pasar Wonokromo, diharapkan stabilitas harga dapat terjaga. Melalui kerjasama antara berbagai pihak dan penerapan strategi yang tepat, kita dapat menghadapi tantangan harga pangan di masa depan dengan lebih baik.
➡️ Baca Juga: Transmart Full Day Sale: Dapatkan Diskon Besar untuk Elektronik Impian Anda di 29 Maret 2026
➡️ Baca Juga: DPRD DKI Alokasikan Rp5,8 Triliun untuk TransJakarta, Mencapai Hampir 6 Persen APBD




