Kriya Lampung Selatan Perluas Jangkauan Pasar di Inacraft 2026 untuk Kesempatan Baru

Pameran INACRAFT 2026 menjadi momen penting bagi Kabupaten Lampung Selatan untuk memperkenalkan produk kerajinan unggulannya ke pasar yang lebih luas. Dalam ajang bergengsi ini, para perajin lokal memiliki kesempatan untuk menunjukkan kreativitas dan potensi besar dari produk kriya Lampung Selatan, yang dikenal kaya akan budaya dan kearifan lokal.
Peluang Melalui Inacraft 2026
Keikutsertaan dalam The Jakarta International Handicraft Trade Fair 2026 membuka berbagai peluang bagi para pelaku industri kecil dan menengah (IKM) serta perajin. Mereka dapat memasarkan karya-karya unik sekaligus menjalin kemitraan baru yang dapat memperluas jangkauan produk mereka.
Rheny Apriyani Anwar, Wakil Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Lampung Selatan, mewakili Ketua Dekranasda, Zita Anjani, dalam acara tersebut. Menurut Rheny, Inacraft menjadi platform strategis untuk memperkenalkan produk kerajinan daerah dan membuka akses ke pasar yang lebih besar.
Manfaat Partisipasi di Pameran
Rheny menjelaskan, “Inacraft adalah kesempatan emas untuk mempromosikan produk kerajinan unggulan daerah, khususnya hasil karya para perajin dan pelaku IKM dari Lampung Selatan.” Pernyataan ini menegaskan pentingnya ajang tersebut bagi pengembangan industri kriya lokal.
Partisipasi Dekranasda Kabupaten Lampung Selatan dalam Inacraft 2026 yang berlangsung di Jakarta International Convention Center (JICC) pada tanggal 7-11 Oktober 2026 diharapkan dapat membawa hasil positif. Beragam produk unggulan ditampilkan di pameran ini, mulai dari kain Tapis, kain Inuh khas Pesisir Kalianda dan Rajabasa, hingga batik dengan motif khas daerah Lampung Selatan.
Produk Unggulan yang Dipamerkan
Dalam pameran ini, tidak hanya produk berbasis kain yang ditawarkan. Perajin Lampung Selatan juga menghadirkan berbagai kerajinan tangan lainnya, seperti:
- Anyaman pelepah pisang dan bambu
- Ukiran kayu
- Aksesori etnik
- Tas, clutch, dan selendang
- Busana siap pakai
Keberagaman produk ini mencerminkan kekayaan budaya dan potensi bahan lokal yang dapat dikembangkan menjadi karya seni bernilai tinggi. Hal ini juga menunjukkan bahwa kriya Lampung Selatan tidak hanya berfokus pada estetika, tetapi juga pada keberlanjutan dan inovasi.
Respon Positif dari Pengunjung
Selama pameran, respons positif dari pengunjung membuka peluang baru bagi produk IKM Lampung Selatan. Tak hanya transaksi ritel di stan, tetapi juga terdapat pemesanan khusus serta penjajakan kemitraan dengan sejumlah galeri dan toko kriya di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).
Penjajakan ini mencakup berbagai metode pemasaran, seperti sistem titip jual dan reseller. Kontak calon pembeli dari luar daerah juga dihimpun, terutama untuk pengadaan cendera mata dalam jumlah besar. Sementara itu, rekapitulasi nilai transaksi dan potensi pesanan masih dalam proses pendataan akhir.
Harapan untuk Masa Depan Kerajinan Lokal
Rheny berharap bahwa keikutsertaan Kabupaten Lampung Selatan dalam Inacraft tidak hanya memperluas pengenalan produk lokal, tetapi juga dapat meningkatkan daya saing dan membuka akses pemasaran yang berkelanjutan bagi para perajin. “Kami ingin mendorong para perajin untuk semakin kreatif dan inovatif, sambil tetap menjaga ciri khas dan kearifan lokal Lampung Selatan,” ujarnya.
Melalui promosi dan penjajakan kemitraan, Dekranasda bersama Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan berharap agar produk IKM tidak hanya dikenal dalam pameran, tetapi juga memiliki peluang pemasaran yang berkelanjutan. Dengan demikian, potensi kerajinan daerah dapat berkembang menjadi sumber nilai ekonomi yang semakin besar bagi para perajin dan pelaku usaha lokal.
Inovasi dan Kreativitas dalam Kriya Lampung Selatan
Untuk mencapai tujuan tersebut, penting bagi para perajin untuk terus berinovasi dan beradaptasi dengan tren pasar. Dalam konteks ini, pelatihan dan pendampingan dari pemerintah dan lembaga terkait sangat diperlukan agar para perajin dapat meningkatkan kualitas produk mereka.
Melihat potensi besar yang dimiliki Lampung Selatan, langkah-langkah strategis perlu diambil untuk mengembangkan industri kriya daerah. Ini termasuk memperluas jaringan distribusi, meningkatkan pemasaran digital, dan memperkenalkan produk ke pasar internasional.
Mendukung Ekonomi Lokal melalui Kriya
Dengan memanfaatkan ajang seperti Inacraft, Kabupaten Lampung Selatan dapat memperkuat posisinya sebagai salah satu pusat kerajinan tangan di Indonesia. Kriya Lampung Selatan tidak hanya menjadi simbol budaya, tetapi juga berpotensi sebagai penggerak ekonomi lokal.
Sebagai penutup, keikutsertaan dalam pameran ini adalah langkah awal yang penting dalam perjalanan panjang untuk menjadikan kriya Lampung Selatan lebih dikenal dan dihargai. Dengan dukungan semua pihak, produk kerajinan ini diharapkan dapat menembus pasar yang lebih luas dan memberikan manfaat yang signifikan bagi masyarakat setempat.
➡️ Baca Juga: Kelapa Sulteng Tingkatkan Kualitas, Proses Industrialisasi Mulai Dijalankan
➡️ Baca Juga: Pemprov Sumsel Bentuk Tim Khusus untuk Menekan Angka Kemiskinan, Simak Strategi Terbarunya


