Warga Nusa Tenggara Timur (NTT) perlu bersiap menghadapi potensi hujan lebat yang diprediksi akan melanda wilayah ini mulai Minggu (22 Maret) hingga Senin (23 Maret). Dengan kondisi atmosfer yang sedang tidak stabil, penting bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi terkini mengenai cuaca agar dapat mengambil langkah-langkah pencegahan yang diperlukan.
Perhatian Terhadap Cuaca NTT
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan terkait kemungkinan terjadinya hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat, yang disertai dengan petir dan angin kencang. Hujan yang turun dalam jumlah besar ini bisa memicu bencana hidrometeorologi yang membahayakan, sehingga kewaspadaan harus ditingkatkan, kata Prakirawan Cuaca BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang, Riris Eliza Helen.
Dampak Atmosfer yang Mempengaruhi Cuaca
Menurut Riris, kondisi cuaca yang ekstrem ini disebabkan oleh beberapa faktor atmosferik, termasuk penguatan Monsun Asia, Madden-Julian Oscillation (MJO), serta gelombang atmosfer rendah. Aktivitas gelombang equator Rossby juga berkontribusi dalam meningkatkan curah hujan di NTT, sehingga masyarakat perlu waspada terhadap perubahan cuaca yang cepat.
Pengaruh Siklon Tropis Narelle
Siklon tropis Narelle yang terpantau di bagian utara Australia, tepatnya di Teluk Carpentaria, turut mempengaruhi cuaca di NTT. Keberadaan siklon ini berpotensi menciptakan daerah belokan, perlambatan, dan pertemuan angin, sehingga meningkatkan kemungkinan terjadinya hujan deras di wilayah ini.
Awan Hujan dan Intensitas Hujan
Peningkatan aktivitas atmosfer ini berpotensi menyebabkan pertumbuhan awan hujan yang lebih signifikan. Riris menegaskan bahwa dengan kondisi ini, intensitas hujan dapat berkisar dari sedang hingga sangat lebat, dan masyarakat harus siap menghadapi kemungkinan tersebut.
Wilayah yang Perlu Diwaspadai
BMKG telah mengidentifikasi beberapa daerah di NTT yang berpotensi mengalami hujan deras. Pada hari Minggu (22 Maret), wilayah yang perlu diwaspadai meliputi:
- Kabupaten Belu
- Kabupaten Malaka
- Kabupaten Sabu Raijua
- Kabupaten Manggarai Barat
- Kabupaten Flores Timur
Sementara itu, untuk hari Senin (23 Maret), daerah yang diperkirakan akan mengalami hujan lebat juga termasuk:
- Kabupaten Rote Ndao
- Kabupaten Sabu Raijua
- Kabupaten Belu
- Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU)
- Kabupaten Alor
Wilayah Siaga dan Kelembapan Udara
Di sisi lain, beberapa daerah yang harus bersiap menghadapi potensi hujan lebat hingga sangat lebat adalah Kota Kupang, Kabupaten Kupang, TTU, Timor Tengah Selatan (TTS), dan Sumba Timur. Kelembapan udara di lapisan 850-500 mb juga terpantau cukup tinggi, berkisar antara 50-90 persen, yang mendukung pembentukan awan hujan di wilayah NTT.
Informasi Cuaca Terkini dari BMKG
Untuk mendapatkan informasi cuaca terkini, masyarakat NTT dapat memanfaatkan layanan informasi yang disediakan oleh BMKG. Layanan ini tersedia selama 24 jam melalui telepon, WhatsApp, serta media sosial resmi BMKG. Sangat disarankan untuk selalu memantau perkembangan cuaca agar dapat mengambil langkah-langkah yang tepat.
- Telepon: (0380) 881613
- WhatsApp: 0811-3940-4264
- Media Sosial: @infobmkg dan @infobmkgeltari
- Aplikasi: Info BMKG
Dengan memahami kondisi cuaca yang ada, diharapkan masyarakat NTT dapat lebih siap menghadapi potensi bencana yang mungkin terjadi akibat hujan lebat. Tetap waspada dan selalu perbarui informasi cuaca agar keamanan dan keselamatan dapat terjaga dengan baik.
➡️ Baca Juga: Tiga Kreator Indonesia Mengisi Daftar Tik Tok Discovered 2026: Menunjukkan Konten Lokal Mampu Bersaing di Level Global
➡️ Baca Juga: 5 Tanda Si Kecil Siap Mengambil Langkah Pertama dengan Percaya Diri
