Nurisa Membawa Kartun ke Panggung Asian Games dan Menciptakan Sejarah Baru

Ketika membayangkan perjalanan seorang atlet muda menuju panggung olahraga terbesar di Asia, mungkin tidak banyak yang akan berpikir bahwa inspirasi bisa datang dari kartun dan film. Namun, itulah yang terjadi pada Nurisa Dian Ashrifah. Kecintaannya terhadap karakter-karakter yang menggunakan busur dan anak panah telah membawanya meraih prestasi gemilang di Asian Games 2026 yang diselenggarakan di Aichi-Nagoya. Dengan upaya dan dedikasi yang tak kenal lelah, Nurisa berhasil mempersembahkan medali emas kelima bagi Indonesia, menciptakan sejarah baru dalam cabang panahan yang sebelumnya belum pernah meraih emas di ajang tersebut.
Pencapaian yang Menggugah
Di usia 21 tahun, Nurisa tampil sangat menonjol di nomor compound perorangan putri. Kemenangannya bukan hanya menambah deretan medali emas untuk Indonesia, tetapi juga mencatatkan namanya dalam sejarah sebagai atlet pertama yang memberikan medali emas untuk cabang panahan dalam sejarah partisipasi Indonesia di Asian Games.
Awal Mula Ketertarikan Terhadap Panahan
Perjalanan Nurisa sebagai pemanah dimulai ketika ia berusia 11 tahun. Ketertarikan awalnya tumbuh saat menyaksikan karakter-karakter dalam film dan kartun yang menggunakan busur. Sejak saat itu, ia mulai menjelajahi dunia panahan melalui kegiatan ekstrakurikuler di sekolahnya.
“Sejak umur 11 tahun, saya sudah mulai mencoba olahraga panahan. Kompetisi pertama yang saya ikuti adalah POPDA Kota tingkat SD tahun 2016. Saat SMP, saya mulai mendalami dan rutin latihan panahan,” ungkap Nurisa, menceritakan langkah pertamanya di dunia panahan.
Dedikasi dan Latihan yang Konsisten
Setelah memutuskan untuk serius dalam cabang olahraga ini, panahan menjadi bagian integral dalam hidup Nurisa. Ia tidak hanya berlatih dengan rutin, tetapi juga aktif mengikuti berbagai kompetisi, yang terus berlanjut hingga ia menempuh pendidikan tinggi di Universitas Dian Nuswantoro (Udinus).
Pada Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) XIX yang berlangsung di Jawa Tengah pada tahun 2025, Nurisa menunjukkan konsistensinya dengan meraih tiga medali perak dan satu medali emas. Sebelumnya, ia juga telah mengukir prestasi di ajang nasional dan internasional, yang semakin menegaskan kemampuannya dalam panahan.
Prestasi yang Mencolok
Di ajang PON XXI Aceh-Sumut 2024, Nurisa berhasil mengamankan dua medali perak. Setahun setelah itu, ia kembali menunjukkan kemampuannya dengan meraih medali perunggu di nomor mix team compound pada Asia Cup Leg 2 yang diadakan di Singapura tahun 2025. Meskipun banyak prestasi yang telah diraihnya, Nurisa mengakui bahwa perjalanan menuju sukses tidaklah mudah, terutama dalam menghadapi tantangan psikologis seperti keraguan diri.
Menangani Keraguan Diri
Tekanan selalu muncul ketika pertandingan dimulai, terutama saat seluruh pemanah bersiap di shooting line. Untuk mengatasi keraguan yang sering menghampirinya, Nurisa berusaha mengganti pikiran negatif dengan afirmasi positif. “Saya mengatasi keraguan dengan mengingat alasan mengapa saya memulai panahan. Jika terus terjebak dalam keraguan, saya tidak akan pernah maju,” tegasnya.
Keterampilan dan Teknik dalam Panahan
Nurisa menyadari bahwa menjadi pemanah yang sukses tidak hanya bergantung pada keterampilan teknis. Fokus, konsentrasi, kesabaran, kekuatan fisik, dan stabilitas tubuh adalah elemen-elemen penting yang menentukan hasil tembakan. Menguasai teknik dasar pun harus dilakukan dengan sempurna untuk mencapai performa terbaik.
- Posisi kuda-kuda yang stabil
- Memasang anak panah pada string dengan benar
- Menarik tali busur dengan teknik yang tepat
- Aiming atau mengarahkan anak panah ke sasaran
- Melakukan release dan follow through secara terkontrol
Setiap gerakan dalam panahan harus dilakukan secara terukur agar anak panah meluncur tepat menuju target yang diinginkan.
Menjaga Keseimbangan Antara Akademik dan Olahraga
Di tengah kesibukannya sebagai atlet, Nurisa tetap berupaya menjalankan tanggung jawabnya sebagai mahasiswa. Ia harus disiplin dalam mengatur jadwal kuliah dan latihan agar keduanya dapat berjalan seiring tanpa mengorbankan salah satunya.
Menatap Masa Depan yang Gemilang
Setelah menciptakan sejarah di Asian Games, Nurisa kini membidik target yang lebih tinggi, yaitu Olimpiade Los Angeles 2028. Impian ini bukan hanya menjadi motivasi pribadi, tetapi juga sebagai bentuk penghargaan kepada keluarga, pelatih, dan semua orang yang telah mendukung perjalanan kariernya.
Dengan keberhasilan meraih medali emas, Nurisa turut berkontribusi pada pencapaian Indonesia, yang telah mengumpulkan lima medali emas hingga tanggal 1 Oktober. Kontingen Merah Putih juga berhasil meraih delapan medali perak dan 21 medali perunggu, menduduki peringkat ke-13 di klasemen sementara. Sementara itu, Tiongkok masih memimpin dengan 152 emas, diikuti oleh Jepang dengan 207 medali. Thailand, sebagai negara ASEAN dengan posisi tertinggi, menduduki peringkat kelima dengan 12 medali emas.
➡️ Baca Juga: Optimalkan Kontribusi Negara: Prabowo Targetkan Peningkatan Return on Asset BUMN Hingga 10%
➡️ Baca Juga: Ekonom Tegaskan Pentingnya Restrukturisasi Utang Whoosh Tanpa Mengorbankan Fiskal Negara




