uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

kpkgg
Ekonomi

Pertamina Salurkan 300 Ribu Liter Pertalite di Kupang untuk Atasi Antrean SPBU yang Mengular

Kota Kupang tengah menghadapi tantangan dalam penyediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite. Menghadapi permintaan yang meningkat, PT Pertamina Patra Niaga Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) telah mengambil langkah strategis dengan menambah pasokan Pertalite hingga 50 persen dari konsumsi rata-rata harian yang berkisar antara 200 hingga 220 kiloliter (KL). Langkah ini bertujuan untuk mengatasi antrean panjang yang terjadi di berbagai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Penambahan Pasokan Pertalite di Kupang

Ali Uraidy, Sales Branch Manager (SBM) Wilayah Kupang, menyampaikan melalui konferensi daring bahwa keputusan untuk meningkatkan pasokan Pertalite diambil sebagai respons terhadap tingginya permintaan dari masyarakat. “Konsumsi harian di Kota Kupang biasanya mencapai 200 KL, namun pada hari Senin, kami meningkatkan pasokan menjadi 300 KL untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujarnya pada tanggal 13 Oktober.

Pengumuman tersebut diungkapkan dalam pertemuan virtual bersama Gubernur NTT Melki Laka Lena, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) NTT, dan sejumlah pimpinan daerah lainnya. Pertemuan ini membahas distribusi BBM di NTT yang sempat mengalami kendala akibat keterlambatan pengiriman kapal pengangkut BBM.

Antrean di SPBU dan Solusi Sementara

Ali menegaskan bahwa meskipun antrean masih terlihat di beberapa SPBU di Kota Kupang, situasi tersebut bersifat sementara. Pasokan yang terus meningkat diharapkan dapat mengurangi kemacetan antrian yang terjadi. Dia juga mencatat bahwa dalam beberapa hari terakhir, masyarakat di berbagai daerah di NTT mengalami kesulitan dalam mendapatkan Pertalite.

Penyebab Keterlambatan Pasokan

Mahdi Syafar, Sales Area Manager Pertamina NTT, menjelaskan bahwa antrean yang terjadi pada akhir pekan merupakan dampak dari keterlambatan kedatangan kapal pengangkut BBM. Kapal yang seharusnya tiba pada hari Jumat (9 Oktober) baru sampai di Terminal BBM Tenau pada Sabtu (10 Oktober) sore. Keterlambatan ini disebabkan oleh antrean di Kilang Balikpapan.

“Kapal tersebut mengangkut sekitar 6.500 kiloliter atau setara dengan 6,5 juta liter Pertalite,” jelas Mahdi. Setelah kapal tiba, Pertamina segera mengambil langkah untuk mempercepat normalisasi penyaluran. Distribusi bahkan dioptimalkan pada hari Minggu, yang umumnya merupakan hari libur operasional depot, untuk memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi.

Optimalisasi Penyaluran Pertalite

Pada hari Senin, penyaluran Pertalite di Kota Kupang meningkat hingga sekitar 312.000 liter, yang didistribusikan ke sekitar 15 SPBU, mulai dari wilayah Oebufu hingga Oesapa. Ali Uraidy menekankan bahwa masyarakat tidak perlu panik, karena stok di Terminal BBM Tenau saat ini mencukupi. Namun, dia mengingatkan bahwa stok bersifat dinamis dan dapat berubah sesuai dengan permintaan.

  • Pasokan Pertalite ditambah hingga 300 KL per hari.
  • Antrean di SPBU bersifat sementara dan akan diatasi dengan peningkatan pasokan.
  • Keterlambatan pengiriman akibat antrean di Kilang Balikpapan.
  • Distribusi dioptimalkan pada hari libur untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
  • Stok di Terminal BBM Tenau mencukupi, namun harus dipantau secara berkala.

Pentingnya Koordinasi dalam Distribusi BBM

Pemantauan terus dilakukan untuk memastikan ketersediaan pasokan di berbagai daerah. Ali juga menekankan pentingnya koordinasi dengan kapal pengangkut berikutnya agar distribusi tetap terjaga. Dalam situasi seperti ini, masyarakat diimbau untuk tidak membeli BBM secara berlebihan. Pembelian harus disesuaikan dengan kebutuhan agar tidak menambah antrean dan mengganggu kelancaran pelayanan di SPBU.

Langkah-langkah yang diambil oleh Pertamina di Kupang menunjukkan respons cepat dalam menghadapi tantangan distribusi BBM. Penambahan pasokan dan optimasi distribusi diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dan mengurangi kesulitan yang dialami selama periode ini. Dengan koordinasi yang baik dan kesadaran masyarakat, diharapkan situasi ini dapat teratasi dengan lebih efisien.

Ke depan, Pertamina akan terus memantau perkembangan situasi di lapangan dan siap untuk menyesuaikan pasokan sesuai dengan kebutuhan. Dengan demikian, masyarakat di Kupang dan sekitarnya diharapkan dapat mendapatkan akses yang lebih baik terhadap BBM, khususnya Pertalite, tanpa harus menghadapi antrean panjang di SPBU.

➡️ Baca Juga: Indonesia Perkuat Diplomasi untuk Jaminan Keamanan Kapal di Selat Hormuz

➡️ Baca Juga: Update Terbaru Soft Tennis: Kejuaraan Dunia dan Peringkat Pemain Terkini

Related Articles

Back to top button