Pertamina Tingkatkan Armada Darat untuk Memastikan Distribusi BBM Saat Sungai Kapuas Surut

Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan baru-baru ini memperkuat armada darat distribusi BBM dengan menambahkan 11 mobil tangki serta 28 awak. Langkah ini diambil untuk memastikan kelancaran penyediaan bahan bakar di Kalimantan Barat, khususnya di saat akses kapal terganggu akibat surutnya Sungai Kapuas.

Pentingnya Penguatan Armada Darat

Dalam situasi ini, Pertamina menyadari betapa pentingnya menjaga kenyamanan masyarakat yang mungkin harus menunggu lebih lama untuk mendapatkan pasokan BBM. Edi Mangun, Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, menegaskan bahwa tambahan armada dan awak mobil tangki telah dioperasikan untuk memperkuat pengiriman. Hal ini menunjukkan komitmen Pertamina dalam menyediakan layanan yang optimal kepada masyarakat.

Fokus pada Wilayah Terdampak

Peningkatan distribusi ini terutama ditujukan untuk menjaga pasokan BBM ke beberapa wilayah yang terdampak, seperti Sintang, Melawi, dan Kapuas Hulu, termasuk daerah Putussibau. Dengan adanya armada tambahan, diharapkan kebutuhan BBM di daerah-daerah tersebut dapat terpenuhi dengan lebih baik, meskipun kondisi sungai yang tidak mendukung.

Hambatan yang Dihadapi

Surutnya Sungai Kapuas telah menghambat akses kapal pengangkut BBM menuju Fuel Terminal (FT) Sintang. Hal ini berimbas pada penerimaan pasokan di terminal tersebut, yang merupakan titik distribusi utama untuk daerah sekitarnya. Dalam situasi ini, Pertamina harus melakukan penyesuaian dalam sistem distribusi agar pasokan tetap lancar.

Penyesuaian Jalur Distribusi

Untuk menjaga pelayanan yang optimal, sebagian pasokan yang biasanya dikirim melalui FT Sintang kini dialihkan melalui jalur darat dari Integrated Terminal (IT) Pontianak. Penyesuaian ini tidak hanya meningkatkan aktivitas pengisian di IT Pontianak, tetapi juga memperpanjang waktu tempuh menuju beberapa wilayah tujuan, sehingga diperlukan pengaturan yang cermat dalam distribusi.

Peningkatan Operasional 24 Jam

Hingga tanggal 6 Oktober 2026, Pertamina telah mengoperasikan tambahan armada secara bertahap untuk mendukung distribusi ke Kota Pontianak, Sintang, Melawi, dan Kapuas Hulu. Untuk memaksimalkan operasional, Pertamina juga mengoptimalkan jam kerja IT Pontianak menjadi 24 jam dengan penambahan jumlah petugas serta pengaturan jadwal kerja yang lebih efisien.

Pertimbangan dalam Pengiriman

Edi Mangun menjelaskan bahwa jadwal pengiriman disesuaikan dengan berbagai faktor, termasuk kondisi persediaan di SPBU, kesiapan armada, kapasitas pengisian terminal, serta waktu yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan. Selain itu, keselamatan awak mobil tangki juga menjadi perhatian utama, termasuk waktu istirahat yang memadai.

Optimasi Terminal Penyangga

Pertamina juga telah mengoptimalkan Terminal Penyangga Tayan-Sanggau yang mulai beroperasi sejak 8 September 2026. Terminal ini dirancang untuk mendukung penyaluran Biosolar ke wilayah hulu Kalbar, sehingga diharapkan dapat memenuhi kebutuhan energi masyarakat dengan lebih efektif.

Sistem Direct Loading yang Efisien

Dari Terminal Penyangga ini, Biosolar dipindahkan langsung dari kapal ke mobil tangki melalui sistem direct loading. Proses ini mempercepat pengiriman ke SPBU dan membantu memperpendek jalur distribusi ke beberapa daerah seperti Sanggau, Sintang, Melawi, Sekadau, Kapuas Hulu, dan Putussibau. Dengan sistem yang lebih efisien, diharapkan masyarakat dapat memperoleh pasokan BBM dengan lebih mudah dan cepat.

Dukungan terhadap Kebijakan Pemerintah

Di Sintang, Pertamina juga berperan dalam mendukung kebijakan pemerintah kabupaten terkait pengaturan pelayanan Pertalite. Selama periode 1-7 Oktober 2026, Pertamina mengimplementasikan sistem ganjil-genap untuk pengisian BBM. Dukungan ini dilakukan melalui penyampaian jadwal pengisian dan pemeriksaan kesesuaian dokumen serta data kendaraan yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Koordinasi untuk Meningkatkan Pelayanan

Pertamina terus melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah, aparat terkait, serta pengelola SPBU untuk mengevaluasi proses distribusi dan pelayanan. Masukan dari masyarakat, termasuk dari Forum Ikatan Supir Sintang yang mengadakan silaturahmi ke FT Sintang pada 29 September, menjadi bahan evaluasi yang penting untuk perbaikan layanan ke depannya.

Ajakan untuk Masyarakat

Dalam situasi yang menantang ini, Pertamina mengajak masyarakat untuk membeli BBM sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Edi Mangun menekankan pentingnya masyarakat untuk menyampaikan kendala yang dihadapi kepada petugas, agar dapat segera diberikan bantuan. Dengan komunikasi yang baik antara masyarakat dan pihak Pertamina, diharapkan distribusi BBM dapat berjalan dengan lancar dan memenuhi kebutuhan semua pihak.

➡️ Baca Juga: Tingkatkan Daya Saing IKM Melalui Transformasi Digital dan Pemasaran Online Kemenperin

➡️ Baca Juga: Yamaha Gear Ultima Luncurkan Tiga Varian dengan Fitur Hybrid dan Smart Key Terbaru

Exit mobile version