FTUI Berduka Cita: Ayah Vidi Aldiano Beberkan Putranya Sebagai Mahasiswa Angkatan 1981

Dalam suasana duka, Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI), Departemen Teknik Elektro, turut berbagi kesedihan atas kepergian penyanyi berbakat, Vidi Aldiano. Informasi ini disampaikan melalui media sosial resmi mereka, mengungkapkan bahwa Vidi adalah anak dari Harry Aprianto, salah satu alumni terhormat mereka dari angkatan 1981.
Ayah Vidi Aldiano Beberkan Putranya Sebagai Mahasiswa Angkatan 1981
Harry Aprianto, ayah dari Vidi Aldiano, juga merupakan sosok yang dikenal dalam lingkungan Departemen Teknik Elektro UI. Alumni angkatan 1981 ini turut merasakan duka yang mendalam atas kepergian putranya. Dalam unggahan tersebut, pihak FTUI mengucapkan doa dan harapan bagi Vidi dan keluarganya. Mereka berharap bahwa almarhum diberikan tempat terbaik di sisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan.
Vidi Aldiano, penyanyi yang dikenal dengan lagu “Status Palsu”, menghembuskan napas terakhirnya pada 7 Maret 2026, setelah berjuang melawan kanker ginjal yang telah dideritanya sejak tahun 2019. Kabar duka ini disampaikan langsung oleh ayahnya kepada media.
Perjuangan Melawan Kanker Ginjal
Sebelum berpulang, Vidi Aldiano terkena kanker ginjal tahap tiga yang terdeteksi pada Desember 2019. Sejak saat itu, ia berjuang keras menjalani berbagai serangkaian pengobatan demi kesembuhan. Ia menjalani prosedur pengangkatan ginjal di Singapura tidak lama setelah diagnosis awal, namun sel kanker tersebut kemudian menyebar ke beberapa bagian tubuh lainnya.
- Ia menjalani 10 kali sesi radiasi
- Menjalani program detoksifikasi di Thailand
Walaupun ia menghadapi tantangan fisik yang berat, semangat berkarya Vidi tidak pernah padam. Ia tetap berkomitmen menghibur para penggemarnya selama kondisi fisik memungkinkan dan terus memohon doa serta dukungan dari masyarakat.
Kondisi Kesehatan Terakhir Vidi Aldiano
Memasuki awal 2024, Vidi sempat membagikan kabar positif mengenai kondisi kesehatannya yang mulai membaik berkat kemoterapi rutin. Meskipun ia masih sering merasakan efek samping pengobatan, ia tetap terbuka mengenai kondisinya demi memberikan inspirasi bagi sesama pejuang kanker.
Hasil pemeriksaan PET Scan di Penang, Malaysia, pada November 2024 menunjukkan kondisi yang stagnan. Meski tidak memburuk, hasil tersebut belum menunjukkan kemajuan yang diharapkan. Walaupun demikian, Vidi tetap bersikap optimistis dan menenangkan para penggemar agar tidak terlalu khawatir karena merasa dikuatkan oleh dukungan orang-orang terdekat.
Akibat penyebaran sel kanker ke beberapa titik tubuh, Vidi harus menjalani perawatan rutin berupa kemoterapi setiap tiga minggu sekali. Meski kondisinya berat, Vidi Aldiano tetap menunjukkan semangat juang yang luar biasa sebagai seorang pejuang kanker.
➡️ Baca Juga: Arduino Ventuno Q dari Qualcomm: Komputer AI untuk Inovasi Robotika Modern
➡️ Baca Juga: Menhaj Jamin Pelaksanaan Haji 2026 Sesuai Rencana dengan Skema Keamanan di Tengah Konflik Regional



