Super scatter mengusung konsep grafis dinamis dengan tampilan modern

PGSoft berikan bagi-bagi bonus cosmic lightning parade dengan sensasi baru

Super scatter bagikan hadiah kemerdekaan scatter prosper adventure dengan peluang menarik

Transformasi teknologi global mahjong ways membantu memahami studi evolusi big data berbasis ai

Starlight princess menggabungkan unsur bintang dan fantasi

Starlight princess dan perjalanan popularitasnya di komunitas mbg

PGSoft berikan bagi-bagi bonus eternal lightning parade dengan sensasi baru

Ulasan slot online playtech dengan variasi pola dan server teruji

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus zeus star adventure dengan hadiah berlimpah

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus golden glory adventure dengan hadiah berlimpah

Super scatter hadirkan bagi-bagi kejutan lucky jewel path dengan hadiah melimpah

Super scatter mengusung tampilan cerah dengan konsep grafis yang dinamis

Starlight princess menyuguhkan pemandangan galaksi dengan gaya fantasi

Ulasan teknis mengapa game grid sangat populer

PGSoft berikan bagi-bagi bonus ruby lightning parade dengan sensasi baru

Wild Bounty hadirkan bagi-bagi kejutan lucky glory parade dengan kejutan istimewa

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus golden star adventure dengan hadiah berlimpah

Wild Bandito dan pengalaman bermain yang dibagikan komunitas mbg

slot depo 10k slot depo 10k
BGNmakan bergizi gratisMBGmenu MBGsekolahSMAViral

Viral Menu MBG Lele Mentah di Sekolah Pamekasan, 1.022 Porsi Ditolak

— Paragraf 1 —

JABAR EKSPRES – Kasus menu MBG lele mentah yang terjadi di sebuah sekolah di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, menjadi sorotan publik setelah video penolakan paket makanan tersebut viral di media sosial.

— Paragraf 2 —

Pihak sekolah diketahui menolak lebih dari 1.000 paket Makan Bergizi Gratis (MBG) karena menu yang dikirim dinilai tidak layak dikonsumsi oleh siswa dan tenaga pendidik.

— Paragraf 3 —

Peristiwa ini terjadi di SMA Negeri 2 Pamekasan pada Senin, 9 Maret 2026.

— Paragraf 4 —

Total 1.022 paket MBG yang seharusnya dibagikan kepada siswa dan guru akhirnya tidak diterima oleh pihak sekolah karena terdapat menu berupa ikan lele yang masih dalam kondisi mentah.

— Paragraf 5 —

Kepala sekolah Moh Arifin menjelaskan bahwa paket makanan tersebut seharusnya menjadi jatah distribusi untuk tiga hari, yakni 9 hingga 11 Maret 2026.

— Paragraf 6 —

Namun setelah diperiksa, pihak sekolah menemukan bahwa salah satu menu utama berupa lele yang masih mentah dan sudah dimarinasi, bahkan terdapat ikan yang masih hidup di dalam wadah makanan.

— Paragraf 7 —

Menurut Arifin, kondisi tersebut membuat makanan dinilai tidak aman untuk dibagikan kepada siswa.

— Paragraf 8 —

Ia menilai ikan yang belum dimasak berpotensi cepat membusuk dan bisa merusak komponen makanan lain dalam paket MBG.

— Paragraf 9 —

“Jika tetap dibagikan, dikhawatirkan makanan akan rusak dalam waktu singkat dan bisa membahayakan kesehatan siswa,” jelasnya.

— Paragraf 10 —

Temuan yang paling disorot oleh pihak sekolah adalah adanya lele hidup yang ditempatkan bersama lauk lain seperti tempe dan tahu.

— Paragraf 11 —

Arifin menyebut kondisi tersebut sangat disayangkan karena tidak memenuhi standar kelayakan makanan bagi siswa.

— Paragraf 12 —

Ia juga mengungkapkan bahwa jika paket tersebut tetap dibagikan, kemungkinan besar akan berakhir menjadi sampah karena siswa tidak dapat mengonsumsi ikan mentah tersebut.

— Paragraf 13 —

Pihak sekolah mengungkapkan bahwa kejadian terkait kualitas menu MBG ini bukan yang pertama kali terjadi.

— Paragraf 14 —

Karena itu, manajemen sekolah mempertimbangkan untuk meninjau ulang kerja sama atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan dapur penyedia makanan.

— Paragraf 15 —

Paket MBG tersebut diketahui disiapkan oleh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berada di Desa Buddagan, Kecamatan Pademawu, Pamekasan.

➡️ Baca Juga: Astronom Berhasil Mendeteksi Molekul Gula di Antariksa untuk Pertama Kali

➡️ Baca Juga: 6 Tiket Terakhir Piala Dunia 2026 Diperebutkan, Simak Jadwal Lengkapnya di Sini

Related Articles

Back to top button