Bappenas Targetkan Investasi Hijau Rp32 Triliun melalui Program GIFT 2026-2030

Jakarta – Dalam upaya mempercepat transformasi ekonomi yang lebih berkelanjutan, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) melalui Direktur Lingkungan Hidup, Nizhar Marizi, mengungkapkan bahwa Green Indonesia Future Initiative (GIFT) bertujuan untuk memperkuat prioritas nasional. Dengan target investasi hijau yang ambisius, program ini diharapkan menjadi pendorong utama dalam mencapai visi ekonomi rendah karbon di Indonesia.
Memahami GIFT dan Investasi Hijau
GIFT adalah kolaborasi antara Bappenas dan Global Green Growth Institute (GGGI) yang menargetkan investasi hijau sekitar dua miliar dolar AS untuk periode 2026-2030. Program ini dirancang untuk mempercepat pergeseran menuju ekonomi yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan di Indonesia.
“Kami ingin memastikan bahwa kerja sama ini tidak hanya menjadi proyek yang terpisah, tetapi menjadi instrumen vital yang mendukung prioritas nasional,” ujar Nizhar dalam sebuah Podcast Bappenas dengan tema “Green Indonesia Future Initiative (GIFT): Mempercepat Transformasi Ekonomi Hijau Indonesia,” di Jakarta pada Rabu (12/8).
Integrasi dengan Sistem Perencanaan Pembangunan
Nizhar menegaskan pentingnya GIFT sebagai bagian integral dari sistem perencanaan pembangunan nasional. Program ini dirancang untuk mendukung pencapaian target prioritas pembangunan yang berfokus pada kemandirian bangsa melalui implementasi ekonomi hijau yang berkelanjutan.
Dalam dokumen perencanaan terkait ekonomi hijau, terdapat dua indikator utama yang telah disepakati, yaitu:
- Penurunan intensitas emisi gas rumah kaca menuju emisi nol karbon.
- Indeks ekonomi hijau yang dapat diukur dan dimonitor secara berkala.
Keterkaitan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah
GIFT juga dirancang untuk mendukung Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029. Progres dari program ini akan dievaluasi melalui indikator-indikator yang berkaitan dengan ekonomi hijau.
Nizhar menjelaskan bahwa Country Planning Framework (CPF), yaitu dokumen strategis lima tahunan yang dibangun secara kolaboratif antara GGGI dan Bappenas, telah ditandatangani. Dokumen ini akan menjadi panduan dalam kerja sama pembangunan berkelanjutan dan pertumbuhan hijau di Indonesia.
Penyusunan CPF yang Sesuai dengan Target Nasional
Bappenas dan GGGI sepakat untuk menyusun CPF dengan mengacu pada dokumen perencanaan nasional yang ada. Dengan demikian, CPF ini dapat terhubung langsung dengan target-target capaian ekonomi hijau, yang mencakup:
- Pembangunan rendah karbon.
- Ekonomi sirkular.
- Pengelolaan keanekaragaman hayati secara berkelanjutan.
Dukungan Global untuk GIFT
Secara global, GIFT mendukung komitmen Indonesia dalam menghadapi isu perubahan iklim dan perlindungan keanekaragaman hayati. Target-target yang telah ditetapkan dalam United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) dan United Nations Convention on Biological Diversity (UNCBD) menjadi acuan dalam pelaksanaan program ini.
Fokus Tematik GIFT
Sasaran dari GIFT akan terfokus pada empat area tematik, yaitu:
- Energi bersih.
- Perkotaan dan industri.
- Investasi pasar.
- Lanskap darat dan laut.
Area pertama, energi, menjadi salah satu sektor yang paling berkontribusi terhadap emisi karbon. Oleh karena itu, transisi ke energi terbarukan dan efisiensi energi sangat penting untuk dilakukan.
Kekayaan Alam dan Peran Masyarakat
Dalam konteks lanskap darat dan laut, Indonesia kaya akan sumber daya alam, termasuk hutan, gambut, dan mangrove. Sumber daya ini tidak hanya berfungsi sebagai penyerap karbon tetapi juga berperan penting dalam menopang kehidupan masyarakat sekitar.
Mengenai perkotaan dan industri, fokusnya adalah pada bagaimana kota dan sektor industri dapat tumbuh dengan lebih ramah lingkungan. Konsep dekarbonisasi, penerapan ekonomi sirkular, serta pembangunan bangunan hijau menjadi beberapa langkah strategis yang akan diterapkan untuk mencapai tujuan ini.
Investasi dan Pembiayaan untuk Ekonomi Hijau
Semua area tematik yang telah disebutkan di atas akan dihubungkan melalui investasi dan pasar. Ini menjadi sarana penting untuk memperoleh pembiayaan yang diperlukan agar sektor ekonomi hijau dapat berkembang secara optimal.
Dengan adanya dukungan investasi hijau sebesar Rp32 triliun, diharapkan program GIFT dapat mengakselerasi langkah Indonesia menuju ekonomi yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan. Investasi ini bukan hanya untuk mengurangi emisi, tetapi juga untuk menciptakan peluang ekonomi baru yang akan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan lingkungan.
Melalui kolaborasi yang kuat antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat, GIFT memiliki potensi untuk menjadi model bagi inisiatif serupa di negara lain. Dengan komitmen yang teguh dan strategi yang tepat, Indonesia dapat menjadi pelopor dalam transformasi ekonomi hijau di tingkat global.
➡️ Baca Juga: Perhatikan Detak Jantung Saat Latihan Kardio untuk Keamanan Tubuh yang Optimal
➡️ Baca Juga: Transformasi Pabrik Menjadi Destinasi Wisata, Kabupaten Bekasi Targetkan MICE Internasional




