Super scatter mengusung konsep grafis dinamis dengan tampilan modern

PGSoft berikan bagi-bagi bonus cosmic lightning parade dengan sensasi baru

Super scatter bagikan hadiah kemerdekaan scatter prosper adventure dengan peluang menarik

Transformasi teknologi global mahjong ways membantu memahami studi evolusi big data berbasis ai

Starlight princess menggabungkan unsur bintang dan fantasi

Starlight princess dan perjalanan popularitasnya di komunitas mbg

PGSoft berikan bagi-bagi bonus eternal lightning parade dengan sensasi baru

Ulasan slot online playtech dengan variasi pola dan server teruji

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus zeus star adventure dengan hadiah berlimpah

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus golden glory adventure dengan hadiah berlimpah

Super scatter hadirkan bagi-bagi kejutan lucky jewel path dengan hadiah melimpah

Super scatter mengusung tampilan cerah dengan konsep grafis yang dinamis

Starlight princess menyuguhkan pemandangan galaksi dengan gaya fantasi

Ulasan teknis mengapa game grid sangat populer

PGSoft berikan bagi-bagi bonus ruby lightning parade dengan sensasi baru

Wild Bounty hadirkan bagi-bagi kejutan lucky glory parade dengan kejutan istimewa

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus golden star adventure dengan hadiah berlimpah

Wild Bandito dan pengalaman bermain yang dibagikan komunitas mbg

slot depo 10k slot depo 10k
Ekonomi

Transaksi Digital Dorong Laba Bersih Bank Mandiri Mencapai Rp8,9 Triliun

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menunjukkan tren positif yang kuat di awal 2026. Bank berlogo merah ini berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp8,9 triliun hingga Februari 2026, atau tumbuh 16,7% YoY. Pertumbuhan ini dipicu oleh peningkatan aktivitas transaksi nasabah dan penggunaan layanan digital Bank Mandiri yang semakin luas oleh masyarakat.

Transaksi Digital Bank Mandiri sebagai Pendorong Kinerja

Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri, Novita Widya Anggraini, mengungkapkan bahwa peningkatan laba bersih Bank Mandiri sejalan dengan peningkatan aktivitas transaksi nasabah, khususnya melalui platform digital. “Laba bersih Bank Mandiri tumbuh 16,7% YoY menjadi Rp8,9 triliun hingga Februari 2026. Ini seiring dengan peningkatan aktivitas transaksi digital masyarakat melalui Livin’ by Mandiri yang memberikan dorongan pada pendapatan berbasis komisi,” kata Novita.

Pertumbuhan Kredit dan Dana Pihak Ketiga

Bank Mandiri juga mencatat kinerja solid dari fungsi intermediasi yang terus menguat. Hingga Februari 2026, penyaluran kredit Bank Mandiri mencapai Rp1.513,1 triliun, atau tumbuh 15,7% YoY. Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) juga mengalami pertumbuhan yang kuat, mencapai total Rp1.644,8 triliun, atau naik 16,3% YoY.

Transaksi Livin’ by Mandiri Meningkat

Digitalisasi layanan menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan bisnis Bank Mandiri. Sepanjang awal tahun 2026, volume transaksi melalui aplikasi Livin’ by Mandiri mencatat peningkatan signifikan. Hingga Februari 2026, total transaksi mencapai lebih dari 738,7 juta transaksi, atau tumbuh sekitar 28% YoY. Peningkatan ini menunjukkan penggunaan layanan digital oleh masyarakat yang semakin luas.

Penggunaan Layanan Digital Masyarakat

masyarakat menggunakan layanan digital untuk berbagai kegiatan seperti pembayaran tagihan, pembelian produk digital, hingga transfer dana antar individu atau pelaku usaha. Selain itu, peningkatan transaksi pembayaran di berbagai merchant dan pelaku usaha, termasuk UMKM, semakin memperkuat peran layanan digital Bank Mandiri dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

Pendapatan Berbasis Komisi Meningkat

Seiring dengan peningkatan aktivitas transaksi digital, Bank Mandiri juga mencatat pertumbuhan pendapatan berbasis komisi (fee-based income). Pendapatan komisi dari berbagai platform digital Bank Mandiri, termasuk Livin’ by Mandiri, mencapai Rp625 miliar, atau tumbuh 45,3% YoY. Sementara itu, platform digital wholesale Kopra by Mandiri juga mencatat pendapatan komisi sebesar Rp421 miliar, meningkat 29,3% YoY.

Kinerja Intermediasi dan Efisiensi Tetap Terjaga

Di sisi lain, Bank Mandiri juga mencatat pendapatan bunga bersih (Net Interest Income/NII) sebesar Rp13,7 triliun, atau tumbuh 9,16% YoY. Pertumbuhan ini didukung oleh penyaluran kredit yang tetap solid serta peningkatan aktivitas transaksi nasabah. Efisiensi operasional perseroan juga terus membaik, terlihat dari rasio Cost-to-Income Ratio (CIR) yang turun ke level 37,21%, menunjukkan pengelolaan biaya yang semakin disiplin dan peningkatan produktivitas bisnis.

Kualitas Aset Tetap Terjaga

Dari sisi manajemen risiko, Bank Mandiri berhasil menjaga kualitas aset dengan baik. Rasio Non-Performing Loan (NPL) tercatat berada di level 0,98%, disertai coverage ratio sebesar 246,5%. Angka ini mencerminkan penerapan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran kredit dan penguatan manajemen risiko yang konsisten dilakukan oleh perseroan.

Masa Depan Bank Mandiri

Dengan fundamental bisnis yang kuat, Bank Mandiri optimis dapat menjaga momentum pertumbuhan ke depan. “Ke depan, Bank Mandiri akan terus memperkuat sinergi yang terintegrasi di seluruh lini bisnis untuk mendorong akselerasi pertumbuhan yang berkelanjutan sekaligus memperkuat keunggulan kompetitif perseroan. Langkah ini sejalan dengan peran Bank Mandiri sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendukung penguatan ekosistem ekonomi nasional,” tutur Novita.

➡️ Baca Juga: Elryan Carlen Resmi Melaporkan Eza Gionino ke Polisi Karena Kasus Penganiayaan

➡️ Baca Juga: Rincian Tanggal Mulai Cuti Bersama dan Libur Lebaran 2026: Informasi Lengkap yang Wajib Anda Ketahui

Related Articles

Back to top button