Gubernur Pramono Resmikan POPPROV DKI Jakarta untuk Persiapan Atlet Pelajar Menuju PON 2028

Jakarta – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, secara resmi membuka Pekan Olahraga Pelajar Provinsi (POPPROV) DKI Jakarta 2026 di Hall A Gelanggang Mahasiswa Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta Selatan, pada hari Senin, 31 Agustus. Ajang olahraga ini diikuti oleh sebanyak 1.049 atlet dan 198 pelatih yang berasal dari lima kota administratif serta Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu.
Pelaksanaan POPPROV DKI Jakarta 2026
POPPROV DKI Jakarta 2026 akan berlangsung selama enam hari, mulai dari 31 Agustus hingga 5 September 2026. Dalam kompetisi ini, sebanyak 20 nomor pertandingan akan dipertandingkan di lima cabang olahraga, di antaranya adalah bola basket, bola voli, bulu tangkis, sepak bola, dan sepak takraw.
Fasilitas Pertandingan
Pertandingan dalam POPPROV tahun ini diselenggarakan di beberapa fasilitas olahraga yang tersebar di Jakarta. Lokasi-lokasi tersebut mencakup Gelanggang Mahasiswa Soemantri Brodjonegoro, Gelanggang Kecamatan Pasar Minggu, Gelanggang Olahraga Bulungan, serta Gelanggang Kecamatan Cempaka Putih.
Tujuan dan Makna POPPROV
Pramono Anung menekankan bahwa POPPROV bukan sekadar ajang kompetisi untuk merebut gelar juara antar pelajar. Menurutnya, perhelatan ini memiliki peran yang sangat penting dalam proses pembinaan atlet sekaligus menjadi sarana untuk menemukan talenta muda yang berpotensi, yang nantinya akan mempersiapkan kontingen Jakarta.
“Acara ini bukan hanya sekadar pertandingan, tetapi juga untuk mengidentifikasi, melihat, dan menyeleksi atlet terbaik dari pelajar di Jakarta yang akan kita siapkan untuk berkompetisi di PON tahun 2028,” ungkap Pramono.
Nilai Sportivitas dalam Kompetisi
Selama berlangsungnya POPPROV 2026, para atlet diharapkan dapat menampilkan performa terbaik mereka sekaligus menjaga nilai-nilai sportivitas. Gubernur Pramono mengingatkan agar seluruh peserta bertanding dengan cara yang adil, jujur, disiplin, transparan, dan selalu menghormati lawan.
“Kompetisi ini menjadi sarana untuk mengukur hasil latihan, menambah pengalaman bertanding, dan menempa mental para atlet pelajar. Semua atlet harus memanfaatkan kesempatan ini dengan baik, sekaligus membangun kedisiplinan, ketangguhan, dan semangat sportivitas,” ujarnya.
Karakter dan Kedisiplinan Atlet
Menurut Pramono, kemampuan teknis bukanlah satu-satunya faktor yang menentukan kesuksesan seorang atlet. Karakter, kedisiplinan, mental bertanding, serta sikap saling menghargai lawan juga merupakan modal penting bagi para atlet muda untuk berkembang dan mencapai prestasi yang lebih tinggi.
Apresiasi untuk Semua Pihak Terlibat
Gubernur Pramono juga menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan dan pembinaan atlet pelajar. Penghargaan ini ditujukan kepada Dinas Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta, KONI DKI Jakarta, pengurus cabang olahraga, pelatih, ofisial, wasit, serta orang tua yang telah memberi dukungan penuh.
Peningkatan Pembinaan Atlet Pelajar
Pramono juga meminta Dinas Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta untuk memperkuat upaya pembinaan atlet pelajar agar Jakarta dapat meraih prestasi maksimal dalam PON XXII 2028. PON kali ini akan diselenggarakan di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.
“Kepada semua anak-anakku, bertandinglah dengan cara yang fair, jujur, adil, dan ksatria. Jadilah atlet yang disiplin, tangguh, memiliki talenta, dan menghargai lawan,” pesan Pramono.
Pentingnya Evaluasi Pembinaan
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta, Andri Yansyah, menjelaskan bahwa POPPROV 2026 merupakan bagian dari evaluasi terhadap hasil pembinaan atlet pelajar di masing-masing wilayah. Selain untuk mengukur kemampuan atlet, kompetisi ini juga memberikan pengalaman bertanding dan mempererat hubungan antara atlet dan pelatih.
Dukungan dari Sektor Swasta
Andri menambahkan bahwa penyelenggaraan POPPROV DKI Jakarta 2026 juga mendapatkan dukungan dari PT Jaya Ancol. Dukungan tersebut diwujudkan melalui pemberian apresiasi kepada kontingen yang berhasil meraih juara umum pertama, berupa tiket gratis untuk masuk ke Ancol dan Dufan.
Harapan untuk Masa Depan Atlet Jakarta
Dengan terselenggaranya POPPROV DKI Jakarta 2026, diharapkan proses pembinaan atlet pelajar di Ibu Kota dapat berlangsung secara terarah dan berkelanjutan. Para atlet yang menunjukkan performa terbaik memiliki peluang untuk menjadi bagian dari regenerasi atlet Jakarta dan dipersiapkan menghadapi kompetisi olahraga tingkat nasional pada PON 2028.
➡️ Baca Juga: Peran Pelatih dalam Pengembangan Pemain Muda di Sepak Bola Modern Secara Global
➡️ Baca Juga: Lowongan Kerja Freeport Indonesia September 2026 dengan 91 Kesempatan Posisi Tersedia




