BNPP RI Tindak Lanjut di Aceh: Identifikasi Kebutuhan Pemulihan Banjir dan Penyediaan Alat Berat

Makhruzi Rahman, Sekretaris Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Republik Indonesia, telah mengambil langkah-langkah proaktif untuk mempercepat pemulihan daerah yang terkena dampak banjir bandang di Aceh. Pada hari Sabtu, 7 Maret 2026, Makhruzi dan timnya melakukan kunjungan lapangan ke Kabupaten Pidie Jaya untuk melihat secara langsung kerusakan yang ditimbulkan oleh banjir dan mengidentifikasi kebutuhan mendesak lokal, terutama dalam hal pemulihan infrastruktur dasar.
Kunjungan lapangan ini merupakan bagian dari rencana aksi BNPP untuk memastikan koordinasi antarsektor berjalan efisien di area yang terkena dampak. Tim BNPP dibentuk atas petunjuk langsung dari Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, yang juga merupakan Kepala BNPP, dan telah dikerahkan ke Aceh untuk memantau situasi.
Memprioritaskan Pemulihan Wilayah yang Terkena Dampak Banjir
Menurut Makhruzi Rahman, tujuan timnya adalah untuk memastikan pemulihan infrastruktur berjalan optimal dan cepat. “Kami berada di lapangan untuk memastikan pemulihan infrastruktur dapat berjalan optimal dan cepat,” ujarnya dalam rilis pers yang diterima pada Selasa, 10 Maret 2026.
Untuk mencapai tujuan ini, BNPP telah mendistribusikan timnya ke berbagai kabupaten yang terkena dampak banjir bandang. Nurdin, Deputi Bidang Pengelolaan Batas Wilayah Negara BNPP, ditugaskan untuk meninjau Kabupaten Bireuen, sementara Asisten Deputi Infrastruktur Fisik BNPP, Amrullah M Ridha, meninjau Kabupaten Aceh Tamiang.
Fokus pada Pembersihan Akses Jalan dan Penyediaan Alat Berat
Makhruzi menjelaskan bahwa prioritas utama dalam tahap pemulihan pascabencana ini adalah membersihkan jalanan yang masih tertutup oleh lumpur dan pasir. Langkah ini penting untuk memungkinkan mobilitas dan aktifitas ekonomi warga dapat berjalan kembali.
“Kami melihat bahwa masih banyak jalan yang tidak dapat dilalui akibat tertutup lumpur pascabanjir. Ini menjadi prioritas kami karena berkaitan dengan mobilitas dan aktifitas ekonomi warga,” ungkap Makhruzi.
Untuk mempercepat proses pembersihan ini, tim BNPP akan segera mengirimkan alat berat, seperti ekskavator dan dump truck, ke wilayah yang terdampak. “Kami akan fokus pada Kabupaten Pidie Jaya, Bireuen, dan Aceh Tamiang. Alat berat sangat dibutuhkan untuk mempercepat pembersihan jalan,” tambahnya.
Tinjauan di Bireuen dan Respons Pemerintah Daerah
Nurdin, Deputi Bidang Pengelolaan Batas Wilayah Negara BNPP, yang melakukan peninjauan di Kabupaten Bireuen pada hari Minggu, 8 Maret 2026, menekankan pentingnya membersihkan material sisa banjir. Ini bertujuan untuk memudahkan akses masyarakat dan mencegah genangan air saat hujan turun.
“Pada hari ini, Minggu, 8 Maret 2026, kami bersama Camat Peusangan Siblah Krueng dan Plt Kepala BPBD Bireuen melakukan peninjauan di lokasi yang akan ditangani oleh tim BNPP. Jika material bekas banjir ini tidak segera dibersihkan, akan berpotensi menimbulkan genangan air saat hujan turun,” ujar Nurdin.
➡️ Baca Juga: Mengungkap Detik-Detik Terakhir Vidi oleh Nadin Amizah di Atas Panggung
➡️ Baca Juga: Nicolas Anelka Bandingkan Lamine Yamal dengan Kylian Mbappe dalam Dunia Sepak Bola



