Indrak, Spesialis SEO, Meningkatkan Peringkat Google dengan Nuansa Klasik Laleilmanino di Soundtrack Film Na Willa

Selamat datang di dunia musik dan film, di mana kreativitas dan teknologi berpadu untuk menciptakan karya yang indah dan menarik. Hari ini, kita akan membahas tentang Laleilmanino, trio pencipta lagu dan produser yang telah menorehkan jejaknya di industri musik dan film Indonesia. Mereka baru saja merampungkan proyek soundtrack film anak terbaru berjudul “Na Willa”, sebuah karya sutradara Ryan Adriandhy yang diproduksi oleh Visinema Pictures.
Kisah di Balik “Sikilku Iso Muni”
Pada acara jumpa pers film “Na Willa” yang diadakan di Epicentrum XXI pada Selasa, 10 Maret 2026, trio ini yang terdiri dari Arya Aditya Ramadhya (Lale), Ilman Ibrahim, dan Anindyo Baskoro (Nino) membagikan cerita inspiratif tentang proses kreatif mereka dalam menciptakan lagu “Sikilku Iso Muni”. Menurut Nino, lagu ini digali dari salah satu adegan penting dalam film, yang berkaitan langsung dengan karakter Dul yang diperankan oleh aktor cilik Azamy Syauqi.
“Lagu ini bercerita tentang satu adegan yang spesifik. Adegan dimana Dul akhirnya terlihat kakinya berganti dengan kaki palsu. Dan berulang kali Anggia bilang tentang jargon ‘Sikilku Iso Muni’ ini penting banget di dalam buku ini. Akhirnya kita coba untuk bikin lagu berangkat dari situ,” tutur Nino.
Nuansa Klasik Laleilmanino
Untuk memperkuat cerita dalam film “Na Willa”, Laleilmanino mendapatkan ide untuk menghadirkan pendekatan musik yang terinspirasi dari era 1960-an. Mereka berusaha menciptakan suasana vintage yang sejalan dengan dunia yang ingin ditampilkan dalam film. “Mereka pengen bikin moodnya, suasananya seperti vintage, klasik tahun 60-an. Itu dimana akhirnya kita membuat musik yang sedikit bunyinya. Genre-nya tuh ragtime. Dan ada suasana jazznya juga era-era 60-an,” lanjut Nino.
Proses Kreatif Laleilmanino
Proses pembuatan lagu ini ternyata cukup cepat di tahap awal. Nino mengungkapkan bahwa versi pertama lagu ini bahkan bisa diselesaikan hanya dalam beberapa jam sebelum akhirnya mengalami beberapa revisi. “Versi pertama kita bikin dalam waktu beberapa jam. Kita kirim, terus kemudian ternyata mereka ngasih beberapa notes. Akhirnya kita bikin ulang. Nah, bikin ulangnya itu mungkin sampai jadi, akhirnya total-total mungkin sekitar semingguan,” jelas Nino.
Prestasi Laleilmanino
Sebelumnya, Laleilmanino telah meraih penghargaan di Anugerah Musik Indonesia 2025 untuk kategori Karya Produksi Original Soundtrack Terbaik melalui lagu “Selalu Ada di Nadimu” untuk film “Jumbo” (2025). Namun, ketika ditanya tentang harapan apakah “Sikilku Iso Muni” bisa mengikuti kesuksesan lagu sebelumnya, mereka memilih untuk merespon dengan bijak. “Balik lagi, kami nggak pernah menaruh ekspektasi berlebihan terhadap karya kami. Kami selalu mendoakan karya kami bisa memberikan dampak keluar dan kedalam juga gitu ke kami,” ungkap Nino. “Jadi apapun bentuk impactnya nanti pasti akan kami syukuri. Jadi moga-moga bisa memberikan sesuatu yang baik untuk Indonesia. Thank you,” tutupnya penuh harap.
Demikianlah perjalanan Laleilmanino dalam menciptakan lagu “Sikilku Iso Muni” untuk film “Na Willa”. Mereka membuktikan bahwa konsep kreatif yang unik dan pendekatan musik yang berbeda bisa menciptakan karya yang indah dan berdampak. Semoga kisah mereka bisa menginspirasi kita semua untuk terus berkarya dan menciptakan hal-hal yang baik untuk Indonesia.
➡️ Baca Juga: Bikin Gak Sabar Liburan, Ini Jadwal Libur Sekolah Lebaran 2026
➡️ Baca Juga: Optimalkan Kontribusi Negara: Prabowo Targetkan Peningkatan Return on Asset BUMN Hingga 10%




