Tingkatkan Daya Saing IKM Melalui Transformasi Digital dan Pemasaran Online Kemenperin

Jakarta – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berkomitmen untuk mendorong pelaku industri nasional, terutama industri kecil dan menengah (IKM), dalam memanfaatkan teknologi digital untuk pengembangan usaha mereka. Inisiatif ini sangat penting untuk meningkatkan daya saing industri, terutama di tengah persaingan global yang semakin ketat.
Pentingnya Peningkatan Kapabilitas IKM
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menekankan bahwa pelaku IKM harus memperkuat kapabilitas mereka untuk dapat bertahan dan berkembang di tengah persaingan yang ketat, termasuk dari produk impor. “Kami secara konsisten menjalankan program peningkatan literasi digital bagi IKM, membantu mereka dalam memanfaatkan pemasaran digital untuk memperluas jangkauan pasar,” jelas Menperin di Jakarta pada tanggal 7 April.
Kolaborasi untuk Keberhasilan Program
Dalam pelaksanaan program ini, Kemenperin secara aktif bekerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Dinas Perindustrian daerah, akademisi, dan praktisi industri. Kolaborasi ini bertujuan untuk memastikan efektivitas dan keberlanjutan penguatan pelaku IKM di tanah air.
Peluang Pasar Digital yang Terbuka Lebar
Tren belanja online yang meningkat memberikan peluang besar bagi pasar digital di Indonesia. Menurut survei yang dilakukan oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), diperkirakan jumlah pengguna internet di Indonesia akan mencapai 229,43 juta orang pada tahun 2025.
Sementara itu, data dari Kementerian Perdagangan menunjukkan bahwa proyeksi pengguna e-commerce di tahun 2025 akan mencapai 73,06 juta, meningkat 11 persen dibandingkan tahun 2024 dan melonjak 89 persen dibandingkan tahun 2020. Laporan dari Google, Temasek, dan Bain & Company juga mencatat bahwa nilai transaksi e-commerce Indonesia pada tahun 2025 diperkirakan mencapai sekitar Rp1.192,8 triliun, setara dengan USD71 miliar.
Program Akselerasi Transformasi Digital IKM
Melihat potensi yang ada, Kemenperin melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) terus mempercepat transformasi digital IKM. Salah satu upayanya adalah dengan menyelenggarakan Workshop e-Smart IKM dan Literasi Digital yang dilaksanakan pada 1 April 2026 di Balai Pengembangan Industri Fesyen dan Kriya (BPFIK), Kabupaten Badung, Bali, di mana 80 pelaku IKM setempat berpartisipasi.
Kolaborasi Strategis dalam Pelatihan
Direktur Jenderal IKMA, Reni Yanita, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi dengan berbagai mitra strategis, termasuk Shopee, IKEA Indonesia, dan Universitas Ciputra Surabaya. Reni menekankan pentingnya pemasaran digital bagi pelaku usaha, terutama IKM, karena keunggulannya dibandingkan metode pemasaran tradisional.
Pemanfaatan Kecerdasan Buatan dalam Pemasaran
Reni juga menjelaskan bahwa kemajuan teknologi membuka peluang bagi penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam strategi pemasaran. “AI memungkinkan pelaku usaha untuk melakukan personalisasi promosi berdasarkan preferensi konsumen, memprediksi tren pasar, dan menganalisis perilaku pelanggan dengan lebih akurat, sehingga efektivitas pemasaran dapat meningkat secara signifikan,” tambahnya.
Program e-Smart IKM yang Berkelanjutan
Kemenperin terus mengembangkan program e-Smart IKM yang telah dijalankan sejak tahun 2017. Hingga saat ini, lebih dari 31.634 pelaku IKM telah mengikuti program ini melalui berbagai kegiatan literasi digital. “Selain mendorong pemanfaatan teknologi digital dalam pemasaran, Kemenperin juga mendorong IKM untuk melakukan transformasi menuju industri 4.0 dalam lini produksi mereka,” ungkap Reni.
Peningkatan Kapasitas Melalui Workshop
Dalam kesempatan yang sama, Direktur IKM Kimia, Sandang, dan Kerajinan, Budi Setiawan, menyampaikan bahwa materi yang disampaikan dalam workshop bertujuan untuk memperkuat kapasitas pelaku IKM dalam mengembangkan bisnis mereka. Materi tersebut mencakup strategi pemasaran digital, teknik fotografi produk, serta optimalisasi pemasaran melalui marketplace.
Fasilitas untuk Meningkatkan Skala Usaha
Budi menambahkan, “Kami berharap IKM di Bali dapat memanfaatkan fasilitas yang tersedia di Balai Pemberdayaan Industri Fesyen dan Kriya (BPIFK) untuk meningkatkan skala usaha dan daya saing, khususnya di sektor kriya dan fesyen.” Dengan berbagai upaya ini, Kemenperin optimis bahwa transformasi digital IKM akan semakin memperkuat struktur industri dan meningkatkan kontribusi sektor manufaktur terhadap perekonomian nasional.
➡️ Baca Juga: Strategi Produktivitas Harian untuk Menjaga Ritme Kerja Seimbang dan Mencegah Burnout
➡️ Baca Juga: Yura Yunita Mengapresiasi Kehadiran Vidi Aldiano: Cerita dari Balik Layar




