Tradisi Lebaran Abadi Pemburuan Kue Kering di Pasar Jatinegara

Pasar Jatinegara, yang berlokasi di pusat kota Jakarta Timur, setiap tahunnya selalu menjadi pusat perhatian saat menjelang Idul Fitri. Kenapa? Karena di sini terjadi fenomena yang tidak pernah pudar seiring berjalannya waktu: pemburuan kue kering di pasar jatinegara. Wangi manis dari mentega, aroma gurih keju, dan harumnya rempah-rempah merambah ke seluruh area pasar, membuat pengunjung, khususnya para ibu, berduyun-duyun datang ke basement pasar. Bagi mereka, area ini adalah surga bagi pecinta kue kering.
Panorama Pasar Jatinegara Saat Ramai
Di Pasar Jatinegara saat ini, kita bisa melihat semangat masyarakat yang sangat tinggi dalam menyambut Lebaran. Toko-toko kue kering yang berjejeran dengan etalase yang penuh dengan berbagai warna, menjadi daya tarik yang kuat bagi pengunjung. Di setiap sudut, kita bisa melihat kerumunan orang yang sibuk memilih, menawar, dan membeli aneka kue kering. Mulai dari nastar dengan isian selai nanas yang lezat, kastengel dengan taburan keju yang mengundang selera, hingga lidah kucing yang renyah dan ringan.
Menurut beberapa pedagang, keramaian ini sudah mulai terasa sejak beberapa pekan lalu. Para pembeli terus berdatangan seiring dengan semakin dekatnya hari Lebaran. Bahkan, pada jam-jam sibuk, area depan toko kue kering hampir tidak bisa dilewati karena dipenuhi oleh kerumunan orang. Suara tawar-menawar, obrolan hangat, dan tawa yang bergema menciptakan suasana meriah yang khas.
Dampak Lebaran terhadap Penjualan Kue Kering
Nana, salah satu pemilik toko kue kering di Pasar Jatinegara, mengatakan bahwa penjualan kue keringnya meningkat signifikan sejak seminggu sebelum masa libur Lebaran. “Kalau ramainya sudah dari minggu kemarin. Jadi dari dua minggu sebelum Lebaran tuh sudah ramai,” ungkapnya sambil terus melayani pembeli dengan lincah.
Dia menjelaskan bahwa pada awal Ramadan, kebanyakan pembeli adalah para pedagang kue lainnya yang membeli dalam jumlah besar untuk dijual kembali. Namun, seiring dengan pencairan Tunjangan Hari Raya (THR), semakin banyak masyarakat umum yang datang untuk membeli kue kering secara eceran. “Kalau kemarin tuh yang beli kebanyakan toko-toko, jadi banyak yang beli borongan. Nah sekarang kan orang sudah pada dapat THR, jadi banyak yang beli eceran,” jelasnya.
Nana juga mengatakan bahwa peningkatan penjualan ini bisa mencapai dua kali lipat dibandingkan hari-hari biasa. Namun, jenis kue kering yang paling banyak dibeli juga berbeda. Menjelang Lebaran, kue kering seperti nastar, kastengel, dan lidah kucing menjadi primadona, sementara pada hari-hari biasa, kacang-kacangan, permen, dan cemilan lainnya lebih diminati.
Tradisi Membeli Kue Kering Menjelang Lebaran
Fenomena pemburuan kue kering di Pasar Jatinegara menjelang Lebaran ini bukan hanya sekadar aktivitas jual beli. Lebih dari itu, ini adalah sebuah tradisi yang telah mengakar kuat dalam budaya masyarakat Indonesia. Kue kering bukan hanya sekadar hidangan pelengkap saat Lebaran, tetapi juga simbol kebersamaan, kehangatan, dan kegembiraan. Menyuguhkan kue kering kepada tamu saat Lebaran merupakan sebuah bentuk penghormatan dan keramahan. Kue kering menjadi media untuk menjalin silaturahmi.
➡️ Baca Juga: Praperadilan Yaqut Cholil Qoumas: Pentingnya Bukti Kerugian Negara dalam Penetapan Tersangka
➡️ Baca Juga: Maliq & D’Essentials Akan Mendirikan Sekolah Musik: Strategi Efektif untuk Meningkatkan Keterampilan Musik Anda


