
— Paragraf 1 —
JABAR EKSPRES – Kasus menu MBG lele mentah yang terjadi di sebuah sekolah di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, menjadi sorotan publik setelah video penolakan paket makanan tersebut viral di media sosial.
— Paragraf 2 —
Pihak sekolah diketahui menolak lebih dari 1.000 paket Makan Bergizi Gratis (MBG) karena menu yang dikirim dinilai tidak layak dikonsumsi oleh siswa dan tenaga pendidik.
— Paragraf 3 —
Peristiwa ini terjadi di SMA Negeri 2 Pamekasan pada Senin, 9 Maret 2026.
— Paragraf 4 —
Total 1.022 paket MBG yang seharusnya dibagikan kepada siswa dan guru akhirnya tidak diterima oleh pihak sekolah karena terdapat menu berupa ikan lele yang masih dalam kondisi mentah.
— Paragraf 5 —
Kepala sekolah Moh Arifin menjelaskan bahwa paket makanan tersebut seharusnya menjadi jatah distribusi untuk tiga hari, yakni 9 hingga 11 Maret 2026.
— Paragraf 6 —
Namun setelah diperiksa, pihak sekolah menemukan bahwa salah satu menu utama berupa lele yang masih mentah dan sudah dimarinasi, bahkan terdapat ikan yang masih hidup di dalam wadah makanan.
— Paragraf 7 —
Menurut Arifin, kondisi tersebut membuat makanan dinilai tidak aman untuk dibagikan kepada siswa.
— Paragraf 8 —
Ia menilai ikan yang belum dimasak berpotensi cepat membusuk dan bisa merusak komponen makanan lain dalam paket MBG.
— Paragraf 9 —
“Jika tetap dibagikan, dikhawatirkan makanan akan rusak dalam waktu singkat dan bisa membahayakan kesehatan siswa,” jelasnya.
— Paragraf 10 —
Temuan yang paling disorot oleh pihak sekolah adalah adanya lele hidup yang ditempatkan bersama lauk lain seperti tempe dan tahu.
— Paragraf 11 —
Arifin menyebut kondisi tersebut sangat disayangkan karena tidak memenuhi standar kelayakan makanan bagi siswa.
— Paragraf 12 —
Ia juga mengungkapkan bahwa jika paket tersebut tetap dibagikan, kemungkinan besar akan berakhir menjadi sampah karena siswa tidak dapat mengonsumsi ikan mentah tersebut.
— Paragraf 13 —
Pihak sekolah mengungkapkan bahwa kejadian terkait kualitas menu MBG ini bukan yang pertama kali terjadi.
— Paragraf 14 —
Karena itu, manajemen sekolah mempertimbangkan untuk meninjau ulang kerja sama atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan dapur penyedia makanan.
— Paragraf 15 —
Paket MBG tersebut diketahui disiapkan oleh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berada di Desa Buddagan, Kecamatan Pademawu, Pamekasan.
➡️ Baca Juga: Transformasi Toilet SMPN 1 Jetis Pasca Revitalisasi: Dari Kondisi Rusak Hingga Kini Menjadi Layak Pakai
➡️ Baca Juga: Lazio vs Sassuolo: Gol Telat Biancocelisti Tundukkan Jay Idzes dan kawan-kawan

