Jakarta – Wakil Ketua MPR, Eddy Soeparno, menyuarakan dukungannya terhadap penerapan kebijakan bekerja dari rumah, atau lebih dikenal dengan istilah work from home (WFH) di Indonesia, pasca Lebaran. Kebijakan ini dianggap sebagai langkah strategis untuk menghemat konsumsi bahan bakar minyak (BBM), terutama di tengah tren kenaikan harga minyak global yang tengah berlangsung.
Pentingnya Kebijakan WFH dalam Menghemat BBM
Eddy menekankan bahwa penerapan WFH dapat berkontribusi signifikan dalam mengurangi penggunaan BBM secara nasional. “Dengan berkurangnya mobilitas masyarakat, khususnya para pekerja, kita dapat menghemat konsumsi BBM,” ujarnya dalam pernyataan yang diberikan kepada ANTARA di Jakarta.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa jika kebijakan ini juga mencakup anak-anak sekolah, maka dampak penghematan BBM akan semakin besar. “Dengan berkurangnya mobilitas, baik dari pekerja maupun anak sekolah, kita bisa mencapai penghematan yang lebih substansial,” jelas Eddy.
Menjaga Keseimbangan Ekonomi
Meskipun mendukung kebijakan ini, Eddy juga menekankan pentingnya bagi pemerintah untuk memastikan bahwa roda perekonomian tetap berjalan dengan lancar. Ia memperingatkan agar tidak ada perlambatan yang terjadi akibat penerapan WFH ini, terutama dalam sektor industri dan manufaktur.
“Sektor industri dan manufaktur harus tetap beroperasi untuk menjaga perputaran ekonomi. Kita harus bisa menghemat energi tanpa mengorbankan produktivitas,” tegasnya. Eddy menekankan bahwa setiap langkah penghematan harus dipikirkan dengan cermat agar tidak berdampak negatif terhadap perekonomian.
Inisiatif Pemerintah untuk Mendorong WFH
➡️ Baca Juga: Profil Niken Anjani, Aktris Berbakat Pemeran Ancika dalam Film Dilan 1997
➡️ Baca Juga: Cap Go Meh dan Ramadhan Harmony Festival di Jababeka Hadirkan Kolaborasi Budaya Penuh Kehangatan
