Pola modern pendekatan analisa terarah slot

Metode premium slot online untuk hasil stabil

Strategi terarah slot online untuk hasil optimal

Analisa kinerja pola modern slot online

Teknik unggulan analisa pola harian slot

Strategi rahasia slot online untuk performa optimal

Strategi maksimal analisa terkini slot online

Teknik unggulan slot online untuk kinerja

slot depo 10k slot depo 10k
Daerah

Pendaki Tektok Ditemukan Meninggal Dunia di Puncak Gunung Sumbing

Tragedi mendalam melanda keluarga Mas Dude Kurniawan (17), seorang pendaki yang ditemukan meninggal dunia di Puncak Gunung Sumbing. Ayahnya, Sri Widodo, mengungkapkan bahwa putranya tidak mendapatkan izin dari sang ibu, Retno Lestari, sebelum berangkat mendaki. Sri Widodo menceritakan bahwa Dude sempat berpamitan untuk mendaki Sumbing pada Jumat, 21 Agustus 2026. Namun, ibunya merasa khawatir karena di desa mereka, Bayan, sedang ada banyak kegiatan menyambut hari kemerdekaan 17 Agustus serta acara merti dusun. “Dia sempat minta izin, tetapi ibunya keberatan. Soalnya, di rumah banyak aktivitas, apalagi menjelang 17-an dan merti dusun. Tapi dia sudah terlanjur nekat,” kata Sri saat ditemui di rumah duka di Gawanan, Colomadu, Minggu (23/8).

Kepribadian Pendaki dan Pengalaman Mendaki

Sri menggambarkan Dude sebagai sosok yang pendiam dan sering kali sulit makan, sehingga tubuhnya terlihat kurus. Namun, meskipun pendiam, Dude dikenal memiliki keberanian yang tinggi saat memiliki keinginan untuk mendaki.

“Dude itu pendiam, tapi makannya kurang, jadi terlihat kurus. Tapi jika sudah ada niat, dia nekat,” ujarnya. Sri menambahkan, putranya yang merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara ini memang sudah beberapa kali melakukan pendakian, meski biasanya hanya di gunung-gunung dekat rumah mereka.

“Iya, dia sudah sering naik gunung, tetapi biasanya cuma yang dekat, seperti di Karanganyar dan Mongkrang. Dia memang kurang bergaul di desa,” tambahnya. Sri mengenal kedua teman pendaki yang berangkat bersama Dude ke Sumbing. Ketiga remaja tersebut telah bersahabat sejak di bangku SMP dan melanjutkan hubungan persahabatan mereka hingga ke SMK Adi Soemarmo.

Ketidakpastian dan Keresahan Keluarga

Sri mulai merasakan kecemasan ketika tidak bisa menghubungi Dude pada Sabtu sore, 22 Agustus. Kontak terakhir mereka terjadi sekitar pukul 18.00 WIB, tetapi pesan WhatsApp yang dikirimkan sudah tidak aktif. “Pada Jumat, jam 6 sore, saya sudah coba WhatsApp, tetapi tidak aktif. Jam 18.15 saya tanya pada temannya, katanya Dude belum turun. Lalu, omnya melapor ke Basarnas,” jelas Sri.

Mendapat kabar tersebut, Sri langsung menuju lokasi pendakian, namun proses pencarian baru bisa dilakukan keesokan harinya karena kondisi cuaca dan waktu yang sudah larut malam. “Saya langsung berangkat ke sana. Malam itu cuaca tidak memungkinkan untuk dievakuasi. Pencarian baru dapat dimulai pada pagi hari, sekitar jam 5,” terangnya.

Penemuan Jenazah dan Respons Keluarga

Ketika Sri menunggu di basecamp, ia harus menerima kenyataan pahit ketika anaknya dinyatakan meninggal dunia. Meski sangat terpukul, ia mengaku sedikit merasa lega karena jenazah putranya dapat ditemukan dengan cepat oleh tim SAR. “Saya kaget, tapi kalau dipikir-pikir, alhamdulillah, jika jatuh di gunung, dia cepat ditemukan,” ungkapnya dengan tegar.

Detail Peristiwa di Gunung Sumbing

Dude Kurniawan Pasha ditemukan tak bernyawa di area puncak Sejati Gunung Sumbing, Temanggung. Sebelumnya, dia dilaporkan hilang setelah terpisah dari teman-temannya saat turun dari gunung. Dude mendaki Gunung Sumbing bersama dua teman, Rangga Dwi Arianto (17) dan Fatahilah (17), pada malam Jumat, 21 Agustus 2026, dengan berangkat dari Basecamp Banaran pada pukul 21.30 WIB.

“Pada pukul 23.30 WIB, rombongan mulai pendakian (tektok) dari Basecamp dengan kondisi fisik yang sehat. Mereka melakukan pendakian menuju puncak Sejati,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Temanggung, Totok Nursetyanto, dalam keterangan tertulis. Setelah mencapai puncak, kedua teman Dude mulai turun pada pukul 13.00 WIB keesokan harinya dengan jalur yang berbeda. Korban mencoba mencari jalur sendiri melalui tebing di sisi utara puncak, dan pada saat itulah ia terpisah dari Fatahilah.

Dude dilaporkan hilang kontak pada Sabtu, 23 Agustus. Basarnas yang menerima laporan kemudian segera melakukan pencarian. “Saat terpisah, korban mengenakan pakaian serba hitam, topi hitam dengan sedikit coretan putih, dan membawa logistik berupa dua roti. Teman-temannya melaporkan ke Basecamp Banaran, dan pencarian dilakukan pada malam hari. Pada Minggu, 23 Agustus, pukul 07.00, BPBD Temanggung menerima informasi penemuan korban di area puncak sejati dalam keadaan meninggal,” jelasnya.

Isak Tangis di Rumah Duka

Ketika jenazah tiba di rumah duka, suasana haru menyelimuti keluarga. Ibu Dude, Retno Lestari, ayahnya Sri Widodo, dan kedua kakaknya tak kuasa menahan tangis. Ayahnya terlihat berusaha menahan air mata saat menyambut para pelayat yang datang untuk memberikan penghormatan terakhir.

Sri Widodo mengenang bagaimana anak bungsunya sempat tidak mendapatkan izin untuk mendaki. Meskipun demikian, pelajar SMK Adisoemarmo tersebut nekat pergi. “Dia minta izin, tapi ibunya keberatan. Karena di rumah banyak kegiatan, apalagi menyambut 17-an dan merti dusun. Namun, dia sudah terlanjur nekat,” ujarnya.

Kekhawatiran yang Muncul

Sri menambahkan bahwa dia mulai cemas ketika putranya tidak dapat dihubungi pada Sabtu sore. Ponsel Dude sudah tidak aktif pada saat itu. “Sabtu jam 6 sore saya sudah coba WhatsApp dia, tetapi tidak aktif. Jam 18.15 saya tanya teman-temannya, dan mereka bilang Dude belum turun. Kemudian, omnya melapor ke Basarnas,” jelas Sri.

Setelah menerima laporan tersebut, Sri langsung berangkat ke lokasi pendakian. Namun, karena kondisi cuaca yang buruk dan waktu yang sudah malam, pencarian baru dapat dilanjutkan pada Minggu pagi pukul 05.00 WIB. Saat mendengar kabar duka tersebut, Sri merasakan seolah disambar petir. Meskipun demikian, ia bersyukur karena jenazah anaknya cepat ditemukan.

➡️ Baca Juga: Kirim THR dan Bayar QRIS, Dompet Digital Permudah Transaksi Selama Lebaran

➡️ Baca Juga: Aplikasi Multifungsi Viral yang Mempermudah Aktivitas Online Tanpa Banyak Aplikasi

Related Articles

Back to top button