Menteri Ekraf Dukung Pameran SBY Art Community Sebagai Platform Kolaborasi Internasional

Jakarta – Menteri Ekonomi Kreatif dan Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, memberikan apresiasi terhadap pembukaan pameran seni lukis yang diselenggarakan oleh SBY Art Community (SAC) di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta. Pameran ini tidak hanya merayakan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, tetapi juga berfungsi sebagai platform bagi para seniman untuk mengeksplorasi dan merespons berbagai dinamika global melalui karya seni mereka.
Acara Pembukaan yang Mengesankan
Pembukaan pameran ditandai dengan aksi simbolis berupa goresan kuas bersama yang dilakukan oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (Menko AHY), Menteri Ekraf Teuku Riefky, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono, serta Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara dan seniman asal Berlin, Christopher Lehmpfuhl.
Kolaborasi Budaya yang Membangun
Dalam kesempatan ini, Menko AHY mewakili Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegaskan bahwa pameran ini bukan sekadar ruang apresiasi bagi karya seni. Ia mencatat bahwa pameran ini juga berperan sebagai alat diplomasi budaya. Kolaborasi antara seniman Indonesia dan Christopher Lehmpfuhl dari Berlin diharapkan dapat memperkuat hubungan antara Jakarta dan Berlin sebagai kota kembar.
“Seni memiliki kekuatan untuk mendamaikan dan memoderasi. Saya berharap jalinan baik antara kedua kota dan negara dapat diperkuat melalui kolaborasi seperti ini. Kami berharap seniman Jerman dapat datang ke sini, begitu pula sebaliknya, untuk mengadakan pameran yang serupa di Berlin,” ungkap Menko AHY pada acara yang dilangsungkan pada Rabu (18/8).
Pameran ‘Art for Peace and a Better Future’
Pameran lukisan dengan tema ‘Art for Peace and a Better Future: Collaboration’ berlangsung dari 18 hingga 30 Agustus 2026 di Galeri Emiria Soenassa dan Galeri Oesman Effendi di TIM. Menteri Ekraf menyatakan bahwa Kementerian Ekraf turut berperan dalam memfasilitasi berbagai kegiatan selama pameran, termasuk workshop dan diskusi seni yang menghadirkan seniman Christopher Lehmpfuhl dari Berlin sebagai pembicara.
Kesempatan untuk Berinteraksi dan Belajar
Kegiatan-kegiatan tersebut memberikan peluang bagi masyarakat untuk lebih memahami proses kreatif dan ide-ide yang mendasari karya-karya seni, serta memperluas interaksi antara seniman Indonesia dan internasional.
“Kami sangat menghargai SBY Art Community dan semua pelukis yang terlibat. Melalui karya-karya yang dipamerkan, para seniman menyampaikan respons dan refleksi mereka terhadap situasi global saat ini. Karya-karya ini bisa dinikmati dan dipahami oleh publik, khususnya di Jakarta, melalui medium seni,” jelas Menteri Ekraf.
Apresiasi dari Pihak Pemerintah
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, juga memberikan penghargaan terhadap karya seni SBY yang dinilai memiliki nilai dan makna yang mendalam. Ia menekankan bahwa lukisan-lukisan kolaborasi yang ditampilkan dalam pameran ini membawa pesan yang kuat bagi dunia.
“Saya merasa sangat berterima kasih dan menghormati Bapak SBY atas karya-karyanya. Ketika saya berbicara dengan Wali Kota Berlin, saya melihat lukisan Christopher Lehmpfuhl di ruangannya. Saya menjadi saksi bahwa pilihan Bapak SBY tidaklah keliru. Melihat lukisan kolaborasi ini, saya merasakan bahwa karya ini memiliki pesan yang besar untuk dunia,” ungkap Pramono Anung.
Pameran yang Mempesona dan Beragam
Pameran yang dikuratori oleh Gie Sanjaya ini menampilkan total 150 lukisan terkurasi, yang terdiri dari 52 karya SBY, 29 karya Christopher Lehmpfuhl, 63 karya seniman yang tergabung dalam SBY Art Community, lima karya seniman cilik, dan satu karya kolaborasi. Karya-karya ini berasal dari seniman yang berlatar belakang dari berbagai institusi seni terkemuka di Indonesia, termasuk ISI Yogyakarta, ISI Solo, ITB Bandung, IKJ Jakarta, serta seniman independen.
Kemitraan Internasional yang Berharga
Seniman asal Berlin, Christopher Lehmpfuhl, mengungkapkan bahwa pertemuannya dengan SBY pada tahun 2024 telah berkembang menjadi sebuah hubungan persahabatan dan kolaborasi seni yang berarti. Kehadirannya di Indonesia juga menjadi kesempatan untuk melukis lanskap bersama seniman lokal, yang menurutnya menunjukkan adanya kesamaan semangat antara seniman dari dua negara yang memiliki latar belakang budaya berbeda.
“Saya merasa sangat bangga menjadi bagian dari komunitas ini. Penting untuk membangun jembatan antara bangsa dan budaya yang berbeda. Seni memberikan harapan dan dapat mempertemukan manusia, serta menghadirkan perspektif positif. Di masa yang penuh tantangan seperti sekarang, komunikasi dan pembelajaran satu sama lain sangatlah penting,” ujar Christopher Lehmpfuhl.
Harapan untuk Masa Depan
Menteri Ekraf berharap bahwa kolaborasi dalam SBY Art Community ini dapat terus berkembang dan membuka lebih banyak kesempatan bagi seniman Indonesia untuk berkarya dan membangun jaringan di tingkat internasional. Dengan dukungan yang kuat dari pemerintah dan keterlibatan aktif dari komunitas seni, diharapkan pameran ini dapat menjadi langkah awal untuk menjalin lebih banyak kerja sama dalam dunia seni global.
➡️ Baca Juga: SAR Gabungan Laksanakan Pencarian Pria yang Melompat Ke Laut dari Jembatan Barelang Batam
➡️ Baca Juga: Rice Cooker 1 Liter Multifungsi: Solusi Praktis untuk Kebutuhan Dapur Anda




