67 Ribu Ton Beras Dikirim ke NTT Sebagai Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Jakarta – Dalam upaya mendukung penanganan bencana yang terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT), Perum BULOG mengambil langkah signifikan dengan mengirimkan beras dari berbagai wilayah di Indonesia. Sebanyak 67.446 ton beras telah dikerahkan melalui skema mobilitas nasional, bertujuan untuk memperkuat pasokan lokal yang ada di NTT.
Langkah Strategis dalam Penanganan Bencana
Tindakan ini diambil mengingat stok beras yang tercatat di NTT per 22 Agustus 2026 hanya sekitar 26.336 ton. Melalui pengiriman ini, jumlah total beras yang disiapkan oleh BULOG untuk daerah tersebut mencapai 93.782 ton, sehingga dapat memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak bencana dengan lebih baik.
Beras bantuan tersebut berasal dari beberapa provinsi, termasuk Kanwil DKI Jakarta-Banten, Jawa Timur, Sulawesi Selatan-Sulawesi Barat, dan Nusa Tenggara Barat. Mobilisasi ini merupakan bagian dari strategi BULOG yang bertujuan untuk memastikan distribusi pangan dapat dilakukan dengan cepat dan merata di wilayah yang terkena dampak.
Pentingnya Kecepatan dalam Distribusi
Direktur Utama Perum BULOG, Letnan Jenderal TNI (Purn) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani, menekankan bahwa kecepatan distribusi beras adalah kunci dalam situasi bencana. Ia menyatakan, “BULOG telah menyiapkan stok beras sebanyak 93.782 ton untuk mendukung penanganan bencana di NTT. Selain dari ketersediaan lokal, kami juga mendapatkan dukungan dari wilayah lain. Dalam situasi seperti ini, kecepatan dan ketepatan distribusi sangat penting untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.”
Kesiapan ini tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan mendesak saat ini. BULOG juga mempersiapkan diri jika masa tanggap darurat diperpanjang atau bahkan jika terjadi bencana susulan di NTT.
Kebutuhan Beras yang Diperhitungkan
Berdasarkan perhitungan yang dilakukan oleh BULOG, kebutuhan beras untuk periode tanggap darurat selama 14 hari bagi 150.576 korban diperkirakan mencapai 1.890 ton. Jika masa tanggap darurat diperpanjang sebanyak 10 kali, kebutuhan beras dapat mencapai 18.900 ton.
Selain itu, BULOG juga menyiapkan beras untuk program Bantuan Pangan selama tiga bulan bagi 852.631 penerima manfaat. Dengan alokasi 10 kg per orang per bulan, total kebutuhan beras untuk program ini mencapai 25.578 ton.
Total Kebutuhan dan Cadangan
Secara keseluruhan, kebutuhan beras untuk penanganan bencana dan bantuan pangan di NTT diperkirakan mencapai 46.368 ton. Dengan demikian, stok beras yang disiapkan oleh BULOG sebesar 93.782 ton masih menyisakan cadangan lebih dari 47.414 ton, memberikan ruang gerak yang cukup bagi BULOG dalam menghadapi situasi yang dinamis.
Di tingkat nasional, stok beras BULOG per 22 Agustus 2026 tercatat mencapai 5,17 juta ton. Angka yang cukup besar ini memungkinkan BULOG untuk melakukan penggeseran stok sesuai dengan kebutuhan daerah-daerah yang terimbas bencana, termasuk NTT.
Antisipasi dan Koordinasi yang Efektif
“Kami tidak hanya menghitung kebutuhan saat ini, tetapi juga menyiapkan ruang stok untuk mengantisipasi perkembangan situasi di lapangan. Prinsip kami adalah masyarakat yang terdampak bencana tidak boleh kesulitan dalam mendapatkan pangan,” tambah Ahmad Rizal.
Saat ini, BULOG terus melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta pihak-pihak terkait untuk memastikan bahwa proses mobilisasi, penyimpanan, dan penyaluran beras berjalan dengan efektif sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Komitmen BULOG dalam Ketahanan Pangan
Kesiapan BULOG untuk menyediakan 93.782 ton beras ini merupakan bukti nyata dari komitmen lembaga tersebut untuk memastikan kehadiran negara dalam menjaga ketahanan pangan. Ini menjadi sangat penting, terutama bagi masyarakat yang terdampak bencana, agar mereka dapat segera mendapatkan akses terhadap kebutuhan dasar berupa pangan.
Dengan langkah-langkah strategis ini, diharapkan masyarakat di NTT dapat segera memperoleh bantuan yang dibutuhkan, dan proses pemulihan pasca bencana dapat berlangsung dengan lebih baik. Perum BULOG bertekad untuk terus mendukung upaya penanganan bencana demi kesejahteraan rakyat Indonesia.
➡️ Baca Juga: Verstappen Berusaha Raih Kemenangan Gemilang di Zandvoort
➡️ Baca Juga: Kebiasaan Harian Efektif untuk Menstabilkan Mood dan Meningkatkan Gaya Hidup Sehat




