WMO Sebut Kebakaran Hutan dan Gelombang Panas Ancam Kualitas Udara

— Paragraf 1 —
JENEWA — Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) memperingatkan kebakaran hutan dan gelombang panas mengancam kualitas udara global. Kondisi tersebut juga meningkatkan risiko terhadap kesehatan manusia dan kelestarian ekosistem.
— Paragraf 2 —
Dalam Buletin Kualitas Udara dan Iklim tahunannya, WMO menyoroti hubungan erat perubahan iklim dengan polusi udara. Badan PBB tersebut menyerukan kebijakan terkoordinasi untuk menangani kedua persoalan secara bersamaan.
— Paragraf 3 —
WMO mencatat peristiwa ekstrem akibat asap kebakaran hutan meningkat tiga kali lipat sejak 1990-an. Sebuah studi memperkirakan asap kebakaran berkontribusi terhadap hampir 100 ribu kematian tambahan setiap tahun.
— Paragraf 4 —
Perkiraan tersebut mencakup periode 2010 hingga 2018. WMO menilai jumlah kematian akibat kebakaran hutan kemungkinan masih diremehkan.
— Paragraf 5 —
Model risiko konvensional dinilai dapat meremehkan angka kematian akibat kebakaran hingga 93 persen. Kondisi itu terjadi karena toksisitas partikel halus PM2.5 belum diperhitungkan secara memadai.
— Paragraf 6 —
WMO memperingatkan pemenuhan pedoman kualitas udara Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) semakin sulit. Cuaca ekstrem pemicu kebakaran diperkirakan semakin sering terjadi akibat perubahan iklim.
— Paragraf 7 —
Selain kebakaran hutan, gelombang panas turut memperburuk polusi ozon di permukaan tanah. Suhu tinggi, udara stagnan, dan sinar matahari intens dapat meningkatkan pembentukan ozon.
— Paragraf 8 —
WMO memperkirakan risiko kesehatan akibat paparan ozon akan semakin meningkat. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan puluhan ribu kematian dini tambahan.
— Paragraf 9 —
WMO menyerukan peningkatan pemantauan terhadap berbagai polutan di atmosfer untuk menghadapi ancaman tersebut. Pemantauan perlu mencakup karbon hitam dan mikroplastik yang berada di atmosfer.
— Paragraf 10 —
WMO menekankan perubahan iklim dan polusi udara harus ditangani melalui kebijakan yang terkoordinasi. Langkah tersebut penting untuk melindungi kesehatan manusia dan ekosistem di tengah meningkatnya cuaca ekstrem. ils/I-1
➡️ Baca Juga: Tol Bawen-Yogyakarta Resmi Beroperasi H-10 Lebaran 2026 untuk Akses Lebih Lancar
➡️ Baca Juga: Lionel Richie Dilarikan ke Rumah Sakit Setelah Konser, Fans Khawatir dengan Kondisinya




