TPA Antang Makassar Hijau Kembali, Pemkot dan Karantina Sulsel Tanam Ratusan Pohon

Pemulihan lingkungan menjadi isu penting di banyak kota, termasuk di Makassar. Dalam upaya tersebut, Pemerintah Kota Makassar bersama Badan Karantina Indonesia Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sulawesi Selatan mengambil langkah nyata dengan menanam ratusan pohon di TPA Antang. Kegiatan ini tidak hanya berfungsi sebagai penghijauan, tetapi juga sebagai bagian dari transformasi kawasan yang ditujukan untuk menciptakan ruang terbuka hijau yang bermanfaat bagi masyarakat.
Transformasi TPA Antang Menjadi Ruang Terbuka Hijau
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menekankan bahwa penghijauan TPA Antang merupakan bagian integral dari proses transformasi yang lebih luas. Saat ini, kawasan tersebut beralih dari sistem open dumping menuju pengelolaan yang lebih ramah lingkungan dengan pendekatan sanitary landfill. “Penanaman pohon di TPA ini sangat penting, karena setelah timbunan sampah dipadatkan, area ini akan dijadikan tempat rekreasi dan bukit hijau,” ungkapnya.
Dalam kegiatan penanaman yang berlangsung pada hari Senin, sebanyak 285 bibit pohon ditanam. Bibit tersebut terdiri dari berbagai jenis, termasuk:
- 100 tabebuya
- 50 salam
- 25 sirsak
- 25 jeruk nipis
- 10 nangka, rambutan, mangga, sukun, sawo, dan kelengkeng
Menurut Munafri, kawasan TPA tidak seharusnya hanya berfungsi sebagai tempat pembuangan akhir, tetapi juga bisa diubah menjadi area hijau yang memberikan manfaat ekologis bagi masyarakat sekitar. “TPA ini sedang dalam proses transformasi besar-besaran untuk beralih dari open dumping ke controlled landfill,” tambahnya.
Potensi Luas TPA Antang
Kawasan TPA Tamangapa memiliki luas sekitar 21 hektare. Pemkot Makassar menargetkan bahwa area ini dapat berkembang menjadi kawasan konservasi baru yang memberikan dampak positif bagi lingkungan perkotaan, terutama di wilayah Antang dan sekitarnya. “Kami berharap TPA ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat pembuangan, tetapi juga dapat menjadi hutan kota yang bermanfaat,” lanjutnya.
Perubahan Jangka Panjang dan Harapan
Meskipun hasil dari penghijauan tidak akan terlihat secara instan, Munafri optimis bahwa dalam tiga hingga empat tahun ke depan, kawasan TPA Antang akan menunjukkan perubahan yang signifikan. “Kita maksimalkan, dalam waktu tiga sampai empat tahun, hasil dari penanaman ini sudah mulai terlihat,” ujarnya. Ia juga meminta Dinas Lingkungan Hidup untuk mencari dan mengembangkan tanaman endemik yang mulai langka untuk ditanam di kawasan tersebut.
Beberapa jenis pohon endemik yang diharapkan dapat ditanam antara lain:
- Copeng
- Sattulu
- Bu’ne
- Kersen
Selain itu, penanaman pohon pelindung juga dianggap penting untuk memperkuat fungsi ekologis kawasan ini. “Jadi, bukan hanya pohon buah, tetapi juga beberapa pohon pelindung,” tegasnya. Munafri berharap, TPA ini akan menjadi lebih dari sekadar tempat pembuangan sampah, melainkan juga berfungsi sebagai hutan kota di masa depan.
Komitmen Berkelanjutan untuk Lingkungan
Munafri mengingatkan bahwa kegiatan penanaman pohon ini bukanlah sebuah acara seremonial semata, melainkan merupakan langkah awal dari penataan kawasan TPA Antang secara bertahap. “Kami ingin menghadirkan wajah TPA yang semakin hijau untuk kawasan ini. Ini sangat penting karena kami merencanakan bagaimana TPA ini bisa menjadi media untuk menanam berbagai macam pohon,” jelasnya.
Melalui inisiatif ini, diharapkan masyarakat dapat lebih menghargai lingkungan dan berkontribusi dalam menjaga keindahan serta keberlanjutan kawasan. Dengan adanya ruang terbuka hijau yang lebih banyak, kualitas hidup masyarakat di sekitar TPA Antang juga diharapkan dapat meningkat.
Peran Masyarakat dalam Penghijauan
Partisipasi masyarakat dalam program penghijauan sangatlah penting. Pemerintah Kota Makassar mengajak masyarakat untuk turut serta dalam menjaga dan merawat pohon-pohon yang telah ditanam. Dukungan dari masyarakat akan sangat berpengaruh terhadap keberhasilan transformasi kawasan ini.
Masyarakat dapat berkontribusi dengan cara:
- Menjaga kebersihan sekitar TPA
- Melakukan perawatan rutin terhadap tanaman
- Melaporkan jika ada kerusakan pada area hijau
- Berpartisipasi dalam kegiatan penghijauan selanjutnya
- Meningkatkan kesadaran akan pentingnya lingkungan
Dengan adanya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan upaya penghijauan ini dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat jangka panjang. Keberhasilan transformasi TPA Antang menjadi ruang terbuka hijau akan menjadi contoh positif bagi daerah lain dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan.
Keberlanjutan Program Penghijauan
Pemerintah Kota Makassar, melalui Dinas Lingkungan Hidup, berkomitmen untuk melanjutkan program penghijauan ini dengan melibatkan berbagai pihak. Selain penanaman pohon, aktivitas lain seperti edukasi lingkungan kepada masyarakat juga akan dilakukan. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan dan keberlanjutan ekosistem.
Dalam jangka panjang, kegiatan ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan nyaman bagi warga Makassar. “Kami berkomitmen untuk terus melakukan penanaman pohon dan menjaga lingkungan untuk generasi mendatang,” tutup Munafri dengan penuh harapan.
➡️ Baca Juga: 7 Pilihan Warna Cat Rumah untuk Menciptakan Suasana Sejuk dan Nyaman
➡️ Baca Juga: Komunitas Motor Menjelajahi Pesona Alam Danau Toba yang Menakjubkan




